Pupuk Bersubsidi Baru Tersalurkan 8,3 Juta Ton

Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Achmad Tossin Sutawikara (kiri) dan Dirut PT Graha Sarana Gresik Ferril Raymond Hattu (kanan) mengecek pasokan pupuk Gudang Penyangga Pakisaji, Kab. Malang, Kamis (6/12 - 2018). (Bisnis/Choirul Anam)
07 Desember 2018 04:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Direktur Pemasaran PT Pupuk Indonesia (Persero) Achmad Tossin Sutawikara mengungkapkan penyaluran pupuk bersubsidi sudah mencapai 8,345 juta ton atau 88% dari target penyaluran sebanyak 9,55 juta ton di 2018.

Achmad Tossin Sutawikara berharap sampai dengan menjelang akhir tahun penyaluran pupuk bersubsidi sudah mencapai 100%.

“Dengan demikian, kebutuhan petani terhadap pupuk bersubsidi sebenarnya sudah terpenuhi,” katanya di sela-sela Monitoring Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Kab. Malang, Jatim, Kamis (6/12/2018).

Dia memastikan PT Pupuk Indonesia akan memenuhi usulan permintaan petani mengacu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang telah ditetapkan pemerintah. Achmad Tossin juga memastikan pasokan pupuk bersubsidi aman dengan ketersediaan 180% dari stok.

Jika terjadi keluhan pupuk bersubsidi tidak ada di pasar, dia memastikan kenyataannya tidak seperti itu. Tossin menegaskan pupuk sebenarnya masih ada.

Hal itu terjadi karena memang antara usulan mengacu RDKK tidak sama dengan jumlah pupuk bersubsidi yang ditetapkan pemerintah. Selalu ada selisih, antara usulan petani dan penetapan kuota pupuk bersubsidi oleh pemerintah . Lebih besar angka yang diusulkan petani.

Tossin menjamin penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dengan catatan petani mengajukan usulan permintaan pasokan pupuk bersubsidi lewat kelompok-kelompok tani masing-masing.

Dia juga menegaskan Pupuk Indonesia mengamankan realokasi pupuk bersubidi sesuai dengan Peraturan Menteri Kementerian Pertanian Nomor 48/Permentan/SR.130/11/2018 yang diterbitkan tanggal 30 November 2018.

Kepala Corporate Communication PT Pupuk Indonesia (Persero), Wijaya Laksana, menjelaskan pada saat musim tanam Oktober 2018–Maret 2018 ini, stok pupuk Nasional selalu terjaga dan distribusinya tidak terganggu.

Untuk wilayah Jawa Timur, Wijaya menegaskan stok dan penyaluran pupuk akan terus dimonitoring. Hingga 4 Desember 2018 stok pupuk bersubsidi di wilayah Jawa Timur mencapai 363.501 ton atau tiga kali lipat dari ketentuan minimum yang ditetapkan oleh Pemerintah, jumlah tersebut terdiri dari 128.419 ton Urea, 107.270 ton NPK, 23.479 ton SP36, 56.638 ton ZA dan 47.696 ton Organik.

“Jumlah itu dipastikan aman hingga bulan Desember ini berakhir,” ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia