Jalan Sekitar Jembatan Lengkung Bojonegoro Ditinggikan 17 Cm

Warga berjalan di jembatan lengkung Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, Bojonegoro, Jawa Timur, Sabtu (1/9 - 2018). (Antara/Aguk Sudarmojo)
06 Desember 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Proyek pembangunan jembatan Bengawan Solo di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, terus berlangsung. Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Penataan Ruang Bojonegoro akan meninggikan jalan di seputar jembatan itu setinggi 17 sentimeter.

Kepala Bidang Perhubungan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro S. Hartono, menjelaskan Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang akan meninggikan jalan di seputar jembatan Bengawan Solo ke arah kota untuk mengimbangi jalan dari arah jembatan.

"Adanya peninggian jalan di kota karena jalan dari arah jembatan terlalu tinggi dibandingkan jalan di kota yang sekarang ada," ucapnya di Bojonegoro, Rabu (5/12/2018).

Dengan demikian, kata dia, jalan dari arah jembatan masuk kota yang akan ditinggikan yaitu jalan lurus ke arah jembatan, ke arah selatan, ke arah utara, setinggi 17 sentimeter dengan panjang masing-masing 50 meter.

berdasarkan hasil rapat koordinasi analisis dampak lalu lintas atas keberadaan jembatan Bengawan Solo, menurut dia, kendaraan yang bisa melalui jembatan Bengawan Solo itu hanya kendaraan roda dua, karena masih ada pekerjaan penyelesaian akhir pembangunan jembatan.

Itupun, lanjut dia, kendaraan bermotor roda dua kalau akan melewati jembatan yang diperbolehkan kendaraan dari arah selatan, sedangkan kendaraan roda dua dari arah jembatan kalau masuk kota harus berbelok ke kiri.

"Tadi pagi kami menempatkan petugas untuk mengatur arus lalu lintas di seputar jembatan," ucapnya.

Pejabat Pelaksana Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Pemkab Bojonegoro Andik Sudjarwo sebelumnya mengimbau masyarakat tidak memanfaatkan jembatan Bengawan Solo yang menghubungkan Kecamatan Kota-Trucuk, karena masih banyak pekerjaan.

Menurut Andik, pekerjaan penyelesaian akhir pembangunan jembatan, merupakan pekerjaan ringan berupa pengaspalan jalan di jembatan, pembangunan bangunan di Kecamatan Trucuk, termasuk pembangunan jalan bagi pejalan kaki dengan alokasi anggaran Rp6,4 miliar.

"Kami optimistis kontraktor bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai kontrak terakhir 25 Desember 2018," katanya.

Yang jelas, menurut dia, sebelum jembatan dimanfaatkan untuk umum akan dilakukan uji coba kekuatan jembatan yang akan dilakukan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR).

"Jembatan Bengawan Solo dibuka untuk umum kalau sudah memperoleh rekomendasi teknis dan uji tekan dari Kementerian PUPR," ucapnya.

Jembatan Bengawan Solo di Kota-Trucuk pada tahap awal dibangun kontraktor PT Bintang Sembilan Indah Malang dan dibangun sejak Februari 2016. Tahap pertama pekerjaannya yaitu pembangunan fondasi jembatan dan lainnya menelan biaya Rp25 miliar dari APBD 2016 dan Rp58 miliar dari APBD 2017.

Jembatan Bengawan Solo dengan panjang 145 meter, lebar 9,75 meter, itu memiliki model lengkung grider dengan bahan baja. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara