1 Pasien Demam Berdarah di Ngawi Meninggal

Ilustrasi nyamuk demam berdarah. (Solopos - Whisnupaksa)
06 Desember 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Sebanyak 41 pasien penyakit demam berdarah (DB) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, selama bulan November hingga awal Desember 2018.

Satu pasien di antaranya meninggal dunia akibat demam berdarah atas nama Mardani, 32, warga Rejomulyo, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi.

"Selama bulan November 2018, kami merawat 41 pasien demam berdarah. Dari jumlah tersebut, satu pasien di antaranya meninggal dunia," ujar Kepala Bidang Pelayanan RSUD dr. Soeroto Ngawi Agus Harianto kepada wartawan, Rabu (5/12/2018).

Dia memperkirakan jumlah pasien demam berdarah tersebut masih dapat bertambah seiring memasuki musim hujan. Demam berdarah tidak hanya didominasi anak-anak, namun juga orang dewasa.

Guna mencegah penyakit demam berdarah, Agus Harianto mengimbau masyarakat rajin menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), di antaranya dengan melakukan pembasmian sarang nyamuk (PSN) dan cuci tangan dengan sabun di air yang mengalir.

Dia menegaskan PSN  lebih efektif untuk mencegah penyebaran penyakit demam berdarah. PSN dilakukan dengan 3 M, yakni menguras bak air kamar mandi, menutup tempat-tempat air, dan mengubur tempat-tempat air yang tidak dipergunakan.

Yang tak kalah penting, warga dan orang tua diminta untuk waspada jika anaknya atau ada anggota keluarga yang tiba-tiba demam tinggi. Lebih baik segera dibawa ke puskesmas atau pelayanan kesehatan lainnya untuk mengetahui penyebab demam tersebut.

Adapun gejala demam berdarah adalah demam tinggi dan muncul bintik-bintik merah di kulit, terutama bagian tangan dan kaki.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara