Kadin Jatim Serukan Pelaku Wisata Berkolaborasi untuk Genjot Wisman

Aktivitas di Bandara Juanda Surabaya, Jawa Timur. (Bisni/Paulus Tandi Bone)
06 Desember 2018 02:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Sektor pariwisata di Provinsi Jawa Timur (Jatim) saat ini dinilai masih sangat perlu digenjot mengingkat rendahnya kunjungan dan pendapatan di sektor tersebut.

Tim Ahli Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jatim, Jamhadi, mengatakan baik pemerintah, pengusaha travel, hotel, dan tempat wisata seharusnya bisa berkolaborasi untuk menarik wisatawan asing sebanyak-banyaknya.

“Ini harus ada koordinasi antara penyelenggara perjalanan wisata seperti Asita dengan pemilik-pemilik hotel dan juga penerbangan. Misalnya ada direct flight dari China ke Surabaya, dari Jepang ke Surabaya lalu langsung ada paket wisatanya seperti yang dilakukan Bali yang kunjungannya bisa 4 juta wisatawan,” ujarnya, Rabu (5/12/2018).

Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga perlu bekerja sama dengan provinsi lain khususnya dengan Yogyakarta dan Bali sehingga akan ada paket wisata dari Bali – Surabaya – Yogyakarta.

“Cara-cara itu yang harus ditempuh oleh pelaku usaha bidang pariwisata, karena memang masing-masing tidak bisa jalan sendiri, termasuk berkolaborasi dengan para UMKM kerajinan sebagai produk oleh-oleh yang bisa dibeli oleh wisatawan,” imbuhnya.

Jamhadi mengakui pariwisata di Jatim masih belum unggul meski tingkat kunjungan wisatawan mancanegaranya meningkat setiap tahun. Hal itu tecermin dari tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jatim yang masih rendah sekitar 60%.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, mengatakan jumlah kunjungan wisman ke Jatim sepanjang Januari–Oktober 2018 mencapai 266.217 kunjungan atau naik 33,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yakni 199.598 kunjungan.

Sedangkan pada Oktober 2018 saja mencapai 25.845 kunjungan atau naik 26,45% dibandingkan Oktober 2017.

“Meski kunjungan meningkat, tetapi TPK hotel di Jatim pada periode itu  justru turun 2,96 poin dibandingkan September 2018, yakni hanya mampu mencapai 55,47%. Hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena kunjungan tidak sebanding dengan okupansi hotel, yang bisa juga berdampak pada sektor pariwisata kita,” ujarnya.

Adapun wisman yang banyak berkunjung ke Jatim melalui Bandara Internasional Juanda tersebut berasal dari Malaysia 5.116 kunjungan, Singapura 1.939 kunjungan, China 1.894 kunjungan, disusul Thailand, Taiwan, India, Jepang, Amerika Serikat, Korea Selatan dan Hong Kong.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia