Penyuluh Agama di Madiun Mengeluh Cuma Digaji Rp500.000/Bulan

Bupati Madiun Ahmad Dawami beserta pejabat Kemenag menyaksikan penandatanganan naskah MoU dan Bidang Garap Kepenyuluhan saat Jambore Penyuluh Agama Islam Kabupaten Madiun 2018 di Kantor Kemenag Kabupaten Madiun, Rabu (5/12 - 2018) siang. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
05 Desember 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Puluhan penyuluh keagamaan di Kabupaten Madiun curhat mengenai gaji yang mereka terima hanya Rp500.000/bulan kepada Bupati Madiun Ahmad Dawami. Mereka berharap pemerintah daerah bisa memberikan intensif tambahan.

Hal itu disampaikan para penyuluh keagamaan saat acara Jambore Penyuluh Agama Islam Kabupaten Madiun tahun 2018 di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, Rabu (5/12/2018) siang.

Seorang penyuluh agama dari Kecamatan Dolopo, Rohani, 33, mengatakan dirinya sejak 2008 menjadi penyuluh keagamaan Islam di wilayah Dolopo. Saat itu gaji yang diterimanya sebagai penyuluh agama hanya Rp50.000 per bulan. Kemudian gaji itu bertahap naik hingga saat ini menjadi Rp500.000/bulan.

Dia menuturkan dengan gaji yang hanya Rp500.000 itu digunakan untuk membiayai hidup istri dan kedua anaknya. "Kalau dikatakan cukup ya yang pasti tidak cukup. Tapi mau bagaimana lagi," kata dia di sela-sela acara jambore.

Rohani berharap ada perhatian dari pemerintah daerah terkait kesejahteraan penyuluh agama di wilayah Madiun. Menurut dia, selama ini pemerintah belum memperhatikan nasib penyuluh agama. Padahal keberadaan penyuluh agama juga penting untuk membina masyarakat.

"Kami sebenarnya kan sama kayak guru madrasah. Yang membedakan kalau guru ada di sekolah kalau kami langsung membina masyarakat," ujar dia.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Madiun, Taufiq, mengatakan gaji penyuluh agama di Kabupaten Madiun saat ini Rp500.000 per bulan. Total penyuluh agama di Kabupaten Madiun ada sebanyak 120 orang.

Sebanyak 120 penyuluh agama ini tersebar di 15 kecamatan se-Madiun dengan rincian per masing-masing kecamatan ada delapan orang penyuluh. "Di setiap kecamatan ada delapan orang penyuluh agama Islam. Mereka bertugas masing-masing satu bidang. Mereka mengurus puluhan majelis ta'lim dan pengajian yang ada di masyarakat," ujar dia.

Bupati Madiun Ahmad Dawami mengatakan kondisi nasib penyuluh agama Islam memang sejak dulu seperti itu. Dia mengatakan pemkab akan memikirkan nasib para penyuluh agama Islam tersebut.

Namun, bupati yang akrab disapa Kaji Mbing itu mengaku akan mencari tahu terlebih dahulu mengenai aturan yang mendasari pemberian insentif kepada penyuluh keagamaan tersebut. Hal ini karena penyuluh agama merupakan pegawai yang berada di bawah Kementerian Agama.

"Itu kan di bawahnya Kemenag. Namun, mereka kan juga warga Kabupaten Madiun yang telah ikut membantu membuat masyarakat lebih berakhlak. Nanti kita akan formulasikan yang baik. Menyalahi regulasi atau tidak. Kita ga tutup mata," ujar dia setelah membuka acara itu.

Menurut Kaji Mbing penyuluh agama ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendidik masyarakat. Para penyuluh agama ini langsung melebur di masyarakat untuk mendidik dan membimbing masyarakat. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya