Wanita Tulungagung Raup Untung dari Kerajinan Barbie Reog Kendang

Perajin membuat kerajinan boneka barbie reog kendang di sentra kerajinan miliknya di Desa Gendingan, Tulungagung, Senin (3/12 - 2018). (Antara/Ist.)
04 Desember 2018 22:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TULUNGAGUNG -- Berawal coba-coba, seorang wanita asal Tulungagung, Jawa Timur, Yuyun Handayani, berhasil menangguk untung dari usaha kerajinan boneka bertema reog kendang.

Yuyun membuat kreasi boneka ala barbie yang dimodifikasi dengan tema reog kendang, yang merupakan ciri khas kesenian setempat, dan dipasarkan dengan harga di kisaran Rp100.000-Rp500.000 per buah.

"Awalnya hanya coba-coba dan ternyata hasilnya bagus, peminatnya cukup banyak," kata Yuyun Handayani, perajin boneka di Desa Gendingan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, Senin (3/12/2018).

Boneka ala barbie reog kendang kreasi Yuyun saat ini cukup banyak. Sudah belasan barbie reog yang dihasilkan dan dikemas dalam kotak mika.

Ada yang bentuk produk single dan ada yang paket berisi lima buah boneka barbie reog, sama seperti jumlah penari reog kendang dalam satu tim.

"Kalau yang single dijual Rp100.000 per buah, sedang yang paket lima boneka penarik reog kendang harganya Rp500.000," katanya.

Yuyun menuturkan ide membuat boneka barbie reog kendang itu diilhami oleh mainan boneka barbie anaknya yang banyak rusak dan berserakan di lantai.

Dia merasa sayang jika dibuang, apalagi harganya cukup mahal. "Saya melihat boneka barbie milik anak saya yang rusak dan jumlahnya cukup banyak, kok sayang jika dibuang," katanya.

Ia lalu mencoba membenahi dengan memanfaatkan kain perca dari potongan selendang maupun busana reog. Desain gaun boneka barbie yang sebelumnya bergenre Eropa, diubah menjadi model busana penari reog kendang.

Dalam membuat boneka barbie reog kendang, perempuan yang juga berprofesi sebagai pelatih tari reog kendang ini tidak lupa memperhatikan betul detail kostum. "Berbagai atribut penari reog, seperti ikat kepala, iker, jarit batik, sampur, dan sempyok diaplikasikan pada boneka dalam versi mininya," katanya.

Selain itu juga tidak ketinggalan tangan boneka dibentuk sedemikian rupa, sehingga seolah-olah sedang membawa dan memukul kendang.

Dari idenya tersebut, boneka penari reog yang sudah jadi difoto, lalu diunggah ke media sosial Facebook dan Instagram."Ketika saya unggah, kok ada yang respons, tanya harga dan ingin memesan. Dari situlah saya kemudian mulai memproduksi dalam jumlah lebih banyak," tuturnya.

Berawal dari keisengan itu, Yuyun ingin menekuni kerajinan itu di sela kesibukannya mengajar kesenian tari reog di sejumlah sekolah. Baru dua bulan ditekuni, kini permintaan boneka barbie reog kendang mulai berdatangan.

Selain pesanan dari teman-temannya, rata-rata pemesan boneka reog kendang karya Yuyun dari berbagai instansi pemerintah dan sekolah di Tulungagung.

"Biasanya kalau instansi yang memesan untuk souvenir tamu yang datang ke Tulungagung dan setiap sekolah juga ada yang memesan," katanya.

Yuyun mengatakan membuat boneka penari reog kendang perlu ketelatenan, seperti halnya ketika memasang ikat kepala, karena bentuk kepala setiap boneka tidak sama.

Selain membuat boneka penari reog kendang, Yuyun akan mencoba membuat penari jaranan beserta penari barong.

"Kesulitan ketika membuat ikat kepala pada boneka, butuh ketelatenan," kata dia.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara