Dispertan Ngawi Bagikan Bom untuk Usir Tikus dari Lahan Padi

Ilustrasi gropyokan tikus. (Istimewa)
04 Desember 2018 10:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Hama tikus telah menyerang seribuan hektare lahan persawahan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, beberapa waktu terakhir. Serangan hewan pengerat itu hingga membuat para petani setempat resah.

Dinas Pertanian (Dispertan) Ngawi mencatat hama tikus telah menyerang sekitar 1.000 hektare lahan sawah di enam kecamatan di Kabupaten Ngawi. 

"Lahan persawahan yang terserang hama tikus tersebut di antaranya di wilayah Kecamatan Paron, Ngawi, Geneng, Kwadungan, Padas, dan Kasreman," ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi, Marsudi, kepada wartawan, di Ngawi, Senin (3/12/2018).

Dia menambahkan populasi tikus di enam wilayah kecamatan tersebut meningkat dan telah menyerang lokasi pembenihan para petani. Guna membasmi dan mengantisipasi serangan hama tikus pada musim tanam nanti, pihak Dinas Pertanian akan memberikan bantuan bom tikus gratis ke petani.

Marsudi mengaku memahami kebingungan petani dalam mengendalikan hama tikus. Terlebih saat ini penggunaan alat jebakan tikus dari listrik telah dilarang karena sangat berbahaya bagi manusia.

Sesuai data, selama tahun 2018, telah ada tujuh orang meninggal dunia di Ngawi akibat tersengat aliran listrik dari jebakan tikus milik petani.

Untuk membasmi tikus, para petani menggunakan cara tradisional, di antaranya menggunakan umpan tikus, gropyokan tikus, maupun mengandalkan musuh alami dari tikus.

Para petani berharap hama tikus segera dapat diatasi menjelang musim tanam penghujan yang biasanya berlangsug pada bulan Desember atau Januari.

"Jika tidak segera dikendalikan, kami takut ribuan hektare sawah-sawah yang ada di Ngawi akan terancam gagal panen," kata seorang petani setempat, Suharno.

Dalam upaya pembasmian hama tikus tersebut, Dinas Pertanian juga dibantu personel dari TNI dan Polri. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara