Mahasiswa ITS Ajak Cintai Bahasa Daerah Lewat Aplikasi AkuNusa

3 Mahasiswa ITS Surabaya membuat aplikasi AkuNusa. (Bisnis/Istimewa)
04 Desember 2018 00:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Tiga mahasiswa Departemen Teknik Informastika (TI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya merancang aplikasi bernama AkuNusa untuk mengajak masyarakat ikut melestarikan bahasa daerah.

Ketiga mahasiwa tersebut ialah Cornelia Natasha, John Harison, dan Ivander William. Pembuatan aplikasi AkuNusa berawal dari keprihatinan mereka terhadap punahnya beberapa bahasa daerah di Indonesia,

Salah seorang anggota tim mahasiswa ITS Ivander William  mengatakan saat ini tercatat ada 709 bahasa daerah di Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut sebanyak 139 bahasa sudah terancam punah.

“Globalisasi yang menjamur di kalangan generasi muda Indonesia juga mulai memudarkan bahasa daerah dari kehidupan sehari-hari kita,” katanya dalam rilis yang diterima Bisnis/JIBI, Kamis (29/11/2018).

Dia menjelaskan pada aplikasi AkuNusa tersebut terdapat pilihan bahasa daerah dari berbagai pulau di Indonesia. Di dalam setiap pilihan bahasa terdapat materi dan ujian untuk menunjang pembelajaran dan cocok digunakan untuk mengerjakan soal ujian.

"Terdapat tiga tingkat pembelajaran, apabila pengguna berhasil mengerjakan ujian dengan nilai minimal 60, pengguna dapat lanjut ke tingkat yang lebih tinggi," jelas mahasiswa asal Medan tersebut.

Selain itu, tambah dia, aplikasi AkuNusa dilengkapi fitur makanan khas dan tempat wisata daerah guna meningkatkan ketertarikan pengguna dalam menggunakan aplikasi tersebut.

"Generasi muda kini lebih suka yang praktis, tidak bertele-tele. Aplikasi ini akan mempermudah mereka dalam mempelajari bahasa sekaligus budaya daerah dalam satu tempat,” katanya.

Anggota tim lainnya yakni Cornelia Natasha dan John Harison berharap aplikasi AkuNusa dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mempelajari bahasa daerah yang merupakan sebuah identitas.

"Ke depan kami ingin kembangkan aplikasi ini dengan fitur suara karena setiap daerah punya dialek yang berbeda," imbuh John.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia