Urus SIM dan SKCK di Polres Madiun Tanpa Pungli dengan Aplikasi Ini

Pegawai Bank BRI menunjukkan kartu Brizzi khusus Promoter untuk membayar perpanjangan SIM dan pembuatan SKCK di Mapolres Madiun, Jumat (30/11 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
30 November 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Polres Madiun menciptakan aplikasi baru bernama Pecel Madiun untuk meminimalisasi aksi pungutan liar yang dilakukan petugas. Aplikasi pembayaran nontunai Pecel Madiun bisa digunakan untuk membayar biaya perpanjangan SIM dan SKCK di Polres Madiun.

Sistem pembayaran nontunai mulai diperkenalkan Polres Madiun kepada masyarakat, Jumat (30/11/2018). Di hari pertama pengenalan sistem pembayaran itu, sejumlah warga yang sebagian besar kalangan muda telah memanfaatkan aplikasi pembayaran itu.

Pada tahap awal ini, Pecel Madiun hanya melayani dua pelayanan yaitu pelayanan perpanjangan SIM dan pelayanan pembuatan SKCK.

Kasatlantas Polres Madiun, AKP Imam Mustolih, mengatakan aplikasi pembayaran nontunai tersebut diberi nama Pecel Madiun. Sebab, pecel merupakan makanan khas dan menjadi ikon Madiun.

Dalam aplikasi ini, Polres Madiun menggandeng tiga vendor yang bergerak di bidang pembiayaan nontunai seperti Bank BRI dengan Brizzi, Go-Pay, dan Telkomsel dengan Tcas.

"Kita menggandeng tiga lembaga itu karena mereka menyediakan fasilitas pembayaran nontunai," ujar dia saat peresmian Pecel Madiun di mapolres setempat, Jumat.

Untuk saat ini, sistem pembayaran nontunai ini hanya bisa digunakan untuk membayar biaya perpanjangan SIM dan biaya pembuatan SKCK. Secara teknis, warga cukup membawa kartu Brizzi, Tcash, maupun Go-Pay saat hendak membayar di loket pembayaran di Polres Madiun.

Sistem ini diklaim lebih simpel dan lebih mudah digunakan warga. "Masyarakat kan lebih efisien, tidak perlu membawa uang tunai saat hendak mengurus perpanjang SIM maupun SKCK. Cukup membawa kartu Brizzi atau smartphone yang sudah ada aplikasi Tcash," kata dia.

Penerapan sistem Pecel Madiun ini, lanjut Imam, bisa menekan kasus pungutan liar yang terjadi saat perpanjangan SIM. Hal ini karena melalui sistem pembayaran nontunai, warga dan petugas tidak saling bertemu dan bertatap muka.

"Ya dengan sistem ini kan meminimalisir pertemuan tatap muka antara warga dan petugas. Sehingga bisa meminimalisir kasus pungutan liar," ujar Imam.

Seorang warga, Andika Dwi Cahyanto, mengatakan mengurus perpanjangan SIM menggunakan aplikasi Tcash di Polres Madiun. Menurut dia, pembayaran non-tunai ini sangat simpel dan lebih efisien. Karena warga tidak perlu repot-repot membawa uang tunai.

"Saya baru tahu bisa menggunakan Tcash saat mau bayar. Saya memang punya aplikasinya. Ya lebih mudah lah. Apalagi dapat cash back 10%. Tadi saya cuma bayar Rp75.000," ujar warga Madiun itu. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya