Pesanan Padat, PT Inka di Madiun Produksi 1 Kereta per Hari

Karyawan PT Inka di Madiun mengerjakan kereta LRT Jabodebek yang dipesan pemerintah, Selasa (2/10 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
30 November 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Satu unit kereta setiap hari diproduksi oleh PT Industri Kereta Api (Inka). Untuk produktivitas yang padat itu, Inka pun menerapkan sistem kerja 24 jam dengan tiga sif.

Direktur Utama PT Industri Kereta Api (Inka) Budi Noviantoro mengatakan saat ini target produksi Inka ditingkatkan menjadi satu hari satu kereta. Peningkatan produksi ini karena pesanan kereta yang masuk ke Inka cukup banyak. Sedangkan kapasitas produksi masih terbatas.

Dia menjelaskan PT KAI telah memesan 438 kereta dan dalam dua tahun harus selesai. Selain pesanan dalam negeri, pesanan kereta luar negeri juga cukup tinggi seperti Bangladesh yang memesan sebanyak 250 kereta.

Untuk memenuhi target tersebut, PT Inka pun menerapkan sistem kerja non-stop 24 jam. Sistem kerja dibagi menjadi tiga sif untuk mengejar target pembuatan kereta pesanan.

"Kami padat produktivitasnya. 24 Jam kerjanya. Ga pernah mati itu mesinnya," jelas dia kepada wartawan, Kamis (29/11/2018).

Budi menuturkan pembangunan workshop di Banyuwangi menjadi penting untuk menunjang kinerja PT Inka. Kalau pabrik di Banyuwangi sudah jadi diperkirakan kapasitasnya dua kali lipat dari yang ada di Madiun.

"Kalai di Banyuwangi sudah jadi, produksi kita bisa meningkat. Sehari bisa tiga kereta," ujar dirut.

Mengenai target pendapatan tahun ini, Budi menyampaikan PT Inka menargetkan Rp3,1 triliun. Dan saat ini realisasinya sudah hampir 90%.

Untuk pengembangan target pasar pada tahun depan, PT Inka akan mencoba pasar di Myanmar, Thailand, dan Sri Lanka. Sebenarnya Sri Lanka sudah memesan kereta di PT Inka, namun karena kondisi negara itu sedang tidak menentu sehingga saat ini proses kesepakatan belum bisa direalisasikan.

General Manager Corporate Secretary PT Inka, I Ketut Astika, mengatakan untuk pabrik PT Inka di Banyuwangi ditargetkan rampung pembangunan dan bisa beroperasi pada 2020. Sehingga pada tahun 2019 nanti, dipastikan pabrik di Banyuwangi belum bisa beroperasi dalam produksi kereta api.

Ketut menyampaikan produksi dan sales pada tahun depan masih bisa dikaver pabrik Madiun. Namun, pada tahun 2020 PT Inka sudah membutuhkan pabrik baru di Banyuwangi untuk menunjang produktifitas.

"Tahun 2020 kita sudah butuh. Kalau saat ini kan satu hari satu kereta. Nanti kalau sudah jadi minimal dua kali lipatnya. Bisa tiga kereta sehari," jelas dia.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya