Gubernur Jatim Tantang Perbankan Dongkrak Kucuran Kredit ke Sektor Pertanian

Ilustrasi pengenalan perbankan syariah. (Antara/Aris Wasita Widiastuti)
30 November 2018 04:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Penyaluran kredit (lending) perbankan terhadap sektor pertanian di Jawa Timur (Jatim) dinilai masih kecil, yakni hanya 8,23 persen. Hal itu karena perbankan menganggap sektor pertanian memiliki risiko tinggi.

Meski demikian, Gubernur Jatim Soekarwo menantang perbankan untuk lebih berani mengucurkan kredit ke sektor pertanian demi meningkatkan perekonomian masyarakat.

Untuk meminimalisasi risiko, Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim, mengusulkan kepada pemerintah pusat agar melakukan intervensi di sektor tersebut melalui asuransi (insurance) lending kredit.

"Jika tidak ada langkah intervensi, petani akan sulit berkembang. Produksi, pembiayaan dan pasar harus diintervensi oleh pemerintah. Kalau tidak ada intervensi pemerintah artinya liberalisasi berjalan mulus di Indonesia," katanya.

Ia mencontohkan Pemprov Jatim telah melakukan intervensi di sektor pertanian, yakni dengan mendirikan Bank UMKM Jatim yang memberikan kredit pada pertanian dan UMKM, serta Jamkrida yang memberikan jaminan.

"Sektor pertanian Jatim mampu memberikan kontribusinya sebesar 12,8 persen terhadap PDRB Jatim tahun 2017 dengan serapan tenaga kerja sebanyak 33 persen," katanya.

Terkait proyeksi ekonomi 2019, Pakde Karwo menargetkan ada pertumbuhan 5,6 persen, dan hal itu bisa tercapai jika konsumsi stabil dengan ditopang oleh akomodasi dan makanan minuman, serta peningkatan investasi.

"Kami harap agar kondisi Pemilu di 2019 juga bisa berjalan kondusif, dengan optimalisasi momen pemilu dan belanja pemenuhan janji kepala daerah terpilih, dampak insentif tax holiday, relaksasi daftar negatif investasi, serta net surplus dari ekspor impor," katanya. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara