Musim Panen Padi di Kediri Diprediksi Molor hingga April 2019

ilustrasi panen padi. (Solopos/Dok)
29 November 2018 02:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, KEDIRI -- Musim panen padi tahun 2019 untuk wilayah Kediri dan sekitarnya diprediksi mundur ke April 2019 karena terjadi kemarau panjang pada tahun sebelumnya.

"Karena kemarau panjang, kemungkinan tanam pada Januari atau Februari, jadi diprediksi nanti April baru panen raya. Untuk saat ini panen sudah habis. Hingga Desember tidak ada," kata Kepala Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Kediri, Saidi, di Kediri, Rabu (28/11/2018).

Dia menjelaskan Bulog Kediri terus berupaya melakukan pembelian beras petani untuk stok, namun harga yang diberikan terlalu tinggi di atas harga pembelian pemerintah (HPP). Bulog saat ini lebih mengandalkan stok yang sudah tersedia di gudang untuk berbagai kebutuhan.

Saidi menambahkan hingga kini belum ada keputusan untuk perubahan HPP, sehingga untuk proses pembelian juga masih menunggu adanya kesepakatan antara mitra dengan penjual. Hingga kini Bulog juga hanya mengadalkan untuk beras cadangan guna keperluannya.

"Saat ini di Kediri, Nganjuk tidak ada panen. Banyak yang tanam jagung, jadi pengadaan belum cocok di harga. Kini harga sudah di atas HPP dan itu menjadi kendala," kata dia.

Sementara itu untuk realisasi penyerapan beras pada 2018 oleh Bulog Kediri, Saidi menyebut kini sudah mencapai 29.000 ton dari target 36.000 ton beras.

Saidi menguraikan stok di gudang Bulog sekitar 10.000 ton beras dimanfaatkan untuk berbagai macam kebutuhan seperti operasi pasar, cadangan beras pemerintah, hingga program rastrada.

Operasi pasar dilakukan Bulog di sejumlah pasar setiap hari dengan beras sekitar 2.000-3.000 ton atau berdasarkan kebutuhan.

"Stok itu mencukupi hingga akhir tahun. Jadi, sekarang stok ada sekitar 10.000 ton, itu beras lokal untuk operasi pasar, rastrada. Kalau operasi pasar banyak melibatkan mitra-mitra toko. Kami tetap lakukan operasi pasar antisipasi kenaikan harga," kata Saidi.

Terkait dengan pengiriman beras ke luar daerah, Saidi menambahkan Bulog Kediri juga mendapatkan amanat untuk pengiriman ke luar, karena pasokan yang dinilai surplus. Beberapa daerah itu misalnya ke Sumatra, Bali, Palembang, Madura, hingga Jambi.

"Bulog ini sistemnya nasional, jadi daerah yang surplus kirim ke luar. Di sini cukup, jadi tahun ini kami kirim ke Bali 1.000 ton, ada juga Palembang, Madura 1.000 ton, Jambi baru saja," kata dia.

Mengenai rencana tahun depan, ia juga belum mengetahui apakah akan kembali mengirimkan stok beras hingga luar pulau. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk menyimak lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara