Puluhan Petani Madiun Antre Beli Solar di SPBU Tiap Hari

Puluhan petani mengantre untuk mendapatkan jatah solar di SPBU54.631.22, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (28/11 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
28 November 2018 18:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Puluhan petani mengantre untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU 54.631.22, Desa Klitik, Kecamatan Wonoasri, Kabupaten Madiun, Rabu (28/11/2018).

Mereka membutuhkan solar sebagai bahan bakar mesin diesel untuk mengairi lahan pertanian mereka yang saat ini memasuki masa tanam.

Para petani di Madiun ini masih membutuhkan diesel untuk menyedot air karena kebutuhan air mereka belum terpenuhi meski saat ini hujan telah mengguyur wilayah Madiun.

Seorang petani yang mengantre di SPBU, Suwardi, 46, mengatakan terpaksa mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar sebagai bahan bakar mesin diesel dan traktor. Saat ini, dirinya membutuhkan mesin diesel untuk mengambil air dan mengalirkannya ke sawah.

Warga Wonoasri Madiun itu menuturkan saat ini lahan pertaniannya akan ditanami benih padi. Untuk itu lahan pertaniannya harus dialiri air dan diolah menggunakan traktor.

Dia membutuhkan solar untuk menghidupkan alat-alat mesin pertanian itu. "Ini butuh air banyak. Karena sudah mau musim tanam. Ya antre ga papa yang penting dapat solar," jelas dia.

Seorang petani lainnya, Setiawan, 42, mengaku sudah antre di SPBU sejak pukul 06.00 WIB. Itu dilakukan supaya dirinya kebagian solar untuk menghidupkan alat-alat pertaniannya seperti diesel dan traktor.

Petani asal Desa Kuwu, Kecamatan Balerejo, Madiun, iyu terpaksa mengantre sejak pagi karena takut kalau tidak kebagian BBM. Dia mengetahui stok solar di SPBU mulai datang pada pukul 09.00 WIB.

"Sudah dua hari ini saya ikut mengantre di sini. Karena kalau ga datang sejak pagi takutnya ga dapat solar. Solar ini untuk menyalakan mesin pompa air diesel dan traktor," ujar dia.

Dalam sehari, kata Setiawan, dirinya membutuhkan 10 liter solar untuk menghidupkan mesin traktor. Sedangkan untuk mengairi setengah hektare lahan dibutuhkan solar sekitar 15 liter hingga 20 liter per hari.

"Kalau untuk diesel diperlukan satu liter per jamnya. Sedangkan untuk traktor butuh 10 liter per hari," ujar dia.

Mesin diesel dibutuhkan untuk menyedot air supaya kebutuhan air di lahan pertanian bisa terpenuhi. Musim hujan saat ini belum maksimal karena air hujan yang turun masih sedikit dan tidak merata. Padahal saat musim tanam, lahan pertanian harus dipenuhi air.

Seorang petugas SPBU, Ryan Wijanarko,  mengatakan antrean petani yang membeli solar di SPBU Klitik sudah terjadi sejak sekitar lima hari lalu. Antrean dimulai sejak pagi, dan berakhir sekitar pukul 13.00 WIB ketika solar habis.

"Sudah lima hari ini, mulai pukul 09.00 WIB sampai jam 13.00 WIB," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk menyimak lebih banyak berita Madiun Raya