16.000 Rumah Bersubsidi di Jatim Laku Keras

Ilustrasi rumah bersubsidi. (Bisnis/Paulus Tandi Bone)
28 November 2018 04:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG — Permintaan rumah dengan harga terjangka di Provinsi Jawa Timur (Jatim) relatif tinggi. Namun pengembang yang tergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) Jatim baru berhasil membangun 16.000 unit rumah bersubsidi atau 80% dari target.

Rumah-rumah bersubsidi kebanyakan dibangun di Banyuwangi, Jember, Probolinggo, Pasuruan, Gresik, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kabupaten Malang.

Ketua DPD Apersi Jatim Makhrus Sholeh mengatakan permintaan pasar terhadap rumah bersubsidi di Jatim masih bagus karena masyarakat yang membutuhkan rumah untuk kali pertama dengan harga yang terjangkau masih tinggi.

“Yang sangat turun, permintaan untuk rumah komersial dengan harga di atas Rp250 juta,” katanya di Malang, Selasa (27/11/2018).

Kebanyakan kawasan yang dibangun rumah bersubsidi, ungkap dia,  jauh dari pusat keramaian. Sebab, untuk mendapatkan tanah yang dekat dengan pusat keramaian, harganya tinggi, sehingga tidak memenuhi syarat untuk dibangun rumah bersubsidi.

“Padahal jika lokasinya bagus, rumah bersubsidi dibangun berdekatan dengan pusat keramaian, permintaan end user akan tinggi sehingga unit rumah yang dibangun pengembang cepat terserap pasar,” ucapnya.

Persoalan lainnya yang menghambat pembangunan rumah bersubsidi, kata dia, proses perizinan masih membutuhkan waktu yang lama dan berbiaya tinggi, meski sudah ada pemangkasan izin dari pemerintah.

Kendala lain, masih banyak masyarakat belum mengetahui tentang program pemerintah terkait rumah bersubisdi, yakini adanya fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP), bantuan uang muka Rp4 juta, bunga 5% fix selama masa kredit, dan bebas biaya asuransi.

“Namun secara keseluruhan, permintaan rumah bersubsidi masih banyak karena masyarakat masih banyak membutuhkannya,” ucapnya.

Sedangkan untuk rumah dengan harga di atas Rp250 juta, kata dia, permintaan justru sepi. Dia menduga, sepinya permintaan rumah karena ekonomi masih melesu dan suku bunga acuan juga naik sehingga masyarakat berasumsi suku bunga kredit pemilikan rumah dari bank juga naik.

Direktur Properti PT Citra Gading Asritama Heri Mursid Brotosejati selaku pengembang kompleks perumahan Tirtasani Royal Resort di Karangploso Kabupaten Malang dalam kesempatan terpisah mengatakan pihaknya masih menunda untuk melakukan ekspansi di perumahan tersebut.

Meski di lokasi itu masih ada seluas 15 hektare untuk dibangun rumah menengah ke atas, namun pembangunan unit rumah ditunda sampai kondisi memungkinkan.

Jika kondisi ekonomi mendukung, terutama setelah berlangsung Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif 2019, pihaknya akan membangun lahan yang siap dikembangkan tersebut.

Rencananya, di lahan tersebut akan dibangun tiga kluster perumahan. “Di sana aantara lain sudah ada pusat olahrga dan sarana rekreasi,” ucapnya.

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk menyimak lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia