Komplotan Pencuri Pikap di Madiun Dibekuk Polisi, 1 Kabur

Muhammad Nursalim, salah satu pelaku pencurian mempraktekkan bagaimana caranya membobol kemudi pikap kepada wartawan di Mapolres Madiun, Senin (26/11/2018). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
26 November 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Komplotan pencuri kendaraan bermotor dibekuk aparat kepolisian Polres Madiun saat sedang mencuri mobil pikap di salah satu rumah di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun.

Dua pelaku berhasil ditangkap, sedangkan satu pelaku lainnya melarikan diri dan kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

Dua pelaku yang tertangkap yaitu Muhammad Nursalim, warga Desa Margamulya, Kecamatan Bongas, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dan Suwito, warga Desa Bluru Kidul, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. 

Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono, mengatakan sebelum beraksi, ketiga pelaku yakni Nursalim, Suwito, dan satu pelaku yang masih DPO yakni Sipeng memetakan lokasi yang akan menjadi target pencurian. Setelah mendapatkan target, ketiga pelaku kemudian menyiapkan rencana untuk melancarkan aksi pencurian itu. 

Ketiga pelaku berboncengan menggunakan satu sepeda motor yang telah disiapkan. Nursalim dan Suwito bertugas mengeksekusi target, sedangkan rekan mereka Sipeng bertugas memantau kondisi sekeliling lokasi. 

"Jadi masing-masing punya tugas sendiri-sendiri. Ada yang memantau keamanan lokasi dan ada yang melakukan aksi pencurian. Aksi pencurian ini dilakukan kompotan ini pada Minggu (4/11/2018) lalu," jelas dia kepada wartawan di Mapolres Madiun, Senin (26/11/2018). 

Ruruh menuturkan kedua pelaku yang bertugas mengeksekusi masuk ke halaman rumah korban di Desa Sukorejo, Kecamatan Saradan, dan mencoba mengambil mobil pikap yang terparkir. Pelaku berhasil membobol kendaraan itu dan hendak membawanya kabur. Namu aksinya terhalang pagar rumah. Sehingga pelaku batal membawa kabur mobil pikap itu. 

Selanjutnya, kedua pelaku beralih ke mobil pikap lainnya yang menjadi target kedua. Pelaku pun berhasil membobol kemudi pikap itu dan hendak membawa kabur kendaraan tersebut. Namun, aksinya itu diketahui petugas kepolisian yang memang sudang mencurigai ketiga pelaku itu.

Nursalim dan Suwito tertangkap Sedangkan satu pelaku lainnya berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor.  "Jadi polisi memang sudah mencurigai pelaku. Setelah dilakukan pemantauan ternyata benar pelaku melakukan pencurian, kemudian mereka ditangkap," jelas Kapolres. 

Mereka menggunakan sejumlah alat untuk mencongkel mobil seperti kunci T, tang potong, obeng, dan kunci pas. Dilihat dari caranya melakukan pencurian, polisi menilai kedua pelaku merupakan pemain lama. Dan memang benar keduanya merupakan residivis kasus pencurian. 

Antara Nursalim dan Suwito, kata AKBP Ruruh, sebenarnya tidak saling mengenal. Keduanya dikenalkan kakaknya Nursalim dan kemudian bertemu dan bermufakat jahat untuk mencuri pikap itu. 

"Yang satu Sidoarjo dan yang satu Indramayu, keduanya belum saling kenal sebelumnya. Kakaknya Nursalim yang memperkenalkan. Keduanya kemudian berhubungan lewat telepon dan akhirnya bersepakat untuk mencuri di Madiun," terang dia. 

Dari pengakuan, kedua pelaku baru melakukan aksi pencurian di Madiun. Namun, polisi masih melakukan penyidikan untuk mengetahui aksi pencurian lain yang melibatkan dua pelaku ini. 

Atas tindak pidana ini, kedua pelaku akan dikenai Pasar 363 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal tujuh tahun. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk menyimak lebih banyak berita Madiun Raya