ORI di Kota Madiun Sasar 62.000 Anak, Butuh 7 Kali Vaksin Agar Kebal dari Difteri

ilustrasi pemberian vaksin. (Solopos/Dok)
26 November 2018 16:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sedikitnya 29.000 anak usia 1-19 tahun di Kota Madiun telah mendapatkan imunisasi difteri hingga pekan ketiga November 2018. Pemberian vaksin difteri yang masuk dalam Kegiatan Outbreak Respons Immunization (ORI) putaran ketiga itu sudah dimulai pada awal November dan dijadwalkan selesai pada Desember nanti.

"Sejauh ini capaian sudah cukup tinggi. Sebanyak 29.000 lebih sasaran telah divaksin memasuki minggu ketiga November ini dari target sasaran sekitar 62.000 anak," ujar Kasi Surveilen dan Imunisasi, Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun, Retno Enuryanti, kepada wartawan di Madiun, Senin (26/11/2018).

Dia menambahkan ORI memang dilakukan tiga kali. Untuk putaran pertama sudah terlaksana pada bulan Februari-Maret. Lalu putaran kedua berlangsung Juli-Agustus, dan saat ini putaran ketiga pada November-Desember.

Adapun sasaran yang mencapai 62.000 anak lebih tersebut, ungkap Retno Enuryanti, berada di rentang usia 1-19 tahun. Dia menjelaskan kekebalan tubuh anak di rentang usia tersebut masih lemah terhadap toksin difteri yang dibawa oleh bakteri difteri.

Lebih lanjut, Retno menguraikan sama seperti saat putaran pertama dan kedua, imunisasi ORI tahap tiga ini juga diberikan di puskesmas-puskesmas, posyandu, klinik kesehatan atau pusat pelayanan kesehatan yang lain, serta sekolah.

"Tujuannya sama seperti putaran pertama dan kedua, agar anak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit yang dapat menyebabkan difteri," kata dia.

Menurut Retno Enuryanti, seseorang butuh minimal tujuh kali vaksin untuk mendapatkan kekebalan tubuh yang optimal terhadap penyakit difteri. Dengan demikian, anak yang sudah mendapat vaksin tetap harus divaksin lagi.

Saat anak berusia satu tahun, paling tidak sudah mendapatkan empat kali vaksin difteri melalui program kegiatan imunisasi rutin. Sisanya diberikan saat anak mencapai usia kelas I, II, dan III SD.

Dia menjelaskan pemerintah berupaya meningkatkan kekebalan masyarakat sebagai langkah pencegahan difteri. Hal itu menyusul terdapat sejumlah daerah, termasuk Jawa Timur, yang sempat berstatus endemis dan KLB difteri beberapa waktu lalu.

"Untuk itu, pemberian vaksin diteruskan hingga kurang dari usia 19 tahun. Masyarakat diminta mendukung kegiatan ini dengan membawa anaknya ke layanan vaksin yang telah ditentukan," katanya.

Tak kalah penting, masyarakat harus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Di antaranya tidak meludah sembarangan, rajin mencuci tangan, makan makanan bergizi, dan hidup sehat lainnya. Difteri sangat mudah menular, di antaranya melalui sentuhan maupun percikan air ludah. 

Silakan KLIK dan LIKE di sini untuk menyimak lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara