Petani Ngawi Tewas Bersimbah Darah Usai Dibacok Tetangga

Pelaku penganiayaan, Katimin, warga Pitu, Ngawi, hendak dibawa petugas setelah membacok tetangganya, Suparno, menggunakan sabit hingga tewas, Senin (19/11 - 2018). (Istimewa/Polres Ngawi)
19 November 2018 14:35 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Warga Dusun Sepreh, Desa Selopuro, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, digegerkan dengan aksi penganiayaan yang dilakukan seorang pria yang diduga mengalami gangguan jiwa, Senin (19/11/2018) sekitar pukul 10.00 WIB. Seorang pria bernama Sutarno tewas setelah dibacok pria yang diduga mengalami gangguan jiwa itu.

"Benar, tadi pagi telah terjadi penganiayaan di Desa Selopuro. Seorang pria yang bekerja sebagai petani tewas karena dianiaya pelaku," kata Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, Senin.

Eko menuturkan peristiwa penganiayaan itu bermula dari pelaku bernama Katimin, 60, yang menurut keterangan saksi mengalami gangguan jiwa sedang mengamuk di Desa Selopuro. Pada saat kejadian, korban bernama Sutarno, 40, sedang membawa anaknya Bima melewati lokasi.

Lantaran takut ada apa-apa, korban menitipkan anaknya ke rumah kepala Desa Selopuro yang rumahnya bersebelahan dengan rumah pelaku. Beberapa saat setelah itu, korban hendak pulang ke rumahnya. Dan tiba-tiba korban diserang pelaku dengan menggunakan sebilah sabit besar.

"Korban dibacok di kepala bagian belakang beberapa kali hingga korban meninggal dunia," ujar Eko.

Korban yang dihujam beberapa kali menggunakan sabit pun meninggal di lokasi kejadian. Sedangkan pelaku langsung diamankan warga dan diserahkan kepada petugas.

"Dari keterangan tetangga, pelaku memang mengalami gangguan jiwa kumatan. Diduga saat itu pelaku gangguan jiwanya kambuh," kata dia.

Eko menyampaikan saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Pitu. Setelah pemeriksaan selesai, pelaku akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa untuk menjalani perawatan medis. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya