Pria Perusak Pompa Air di Ponorogo Tertangkap, Motifnya Sakit Hati

Aparat Polsek Mlarak, Ponorogo, menunjukkan barang bukti kasus perusakan pipa mesin pompa air di persawahan Desa Gontor, Kamis (15/11 - 2018). (Istimewa/Polres Ponorogo)
15 November 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Aparat Unit Reskrim Polsek Mlarak menangkap seorang pria yang merusak puluhan pipa mesin diesel milik puluhan petani di Desa Gontor, Kecamatan Mlarak, Kabupaten Ponorogo. Pelaku bernama Moh. Narimo itu melakukan aksi perusakan karena motif sakit hati terhadap masyarakat desa setempat.

Kapolsek Mlarak, AKP Sudaroini, mengatakan aksi Narimo merusak puluhan pipa mesin pompa air di areal persawahan Desa Gontor sempat menghebohkan masyarakat setempat, Jumat (5/11/2018). Masyarakat desa setempat pun resah atas perusakan alat untuk pengairan sawah itu.

Atas kasus perusakan itu, warga pun secara bergantian melakukan penjagaan di sekitar sawah dan dibantu aparat kepolisian setiap malam.

"Setelah kasus perusakan itu terjadi, warga pun melakukan penjagaan di sekitar persawahan. Kami juga melakukan patroli di sekitar lokasi," kata dia kepada wartawan di Mapolsek Mlarak, Kamis (15/11/2018).

Kapolsek menyampaikan polisi kemudian melakukan penyelidikan dan mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Dari pipa yang dirusak, polisi menyimpulkan pelaku menggunakan senjata tajam dan benda tumpul untuk merusak pipa air.

Dari barang bukti dan keterangan sejumlah saksi, kata Sudaroini, kecurigaan pun mengatah pada pelaku. Selanjutnya, petugas mendatangi rumah pelaku dan memeriksanya sebagai saksi.

Kecurigaan polisi terhadap pelaku pun semakin kuat setelah melihat ada senjata tajam berupa kapak di rumah pelaku yang berada tak jauh dari lokasi kejadian. Narimo pun merasa ketakutan dan melarikan diri.

Petugas kemudian menangkapnya dan membawa ke Mapolsek untuk pemeriksaan lebih lanjut. "Saat masih kami periksa, pelaku kabur dari rumahnya. Ya sekitar 300 meter baru lari kemudian kami tangkap," ujar dia.

Narimo akhirnya mengakui perbuatannya merusak pipa mesin pompa air milik petani di Desa Gontor. Pelaku melakukan aksi perusakan ini karena kecewa kepada masyarakat desa setempat.

Pengakuan dari pelaku, kata kapolsek, pelaku sempat dimarahi warga saat hendak mandi dan pada saat hendak melintas di areal persawahan. Perlakuan warga dianggap semena-mena itu sehingga akhirnya pelaku gelap mata dan merusak puluhan pipa mesin diesel milik petani.

"Pelaku ditangkap petugas pada tanggal 13 November di rumahnya Desa Gontor, Kecamatan Mlarak. Saat ini pelaku ditahan di Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya