Caleg PSI Tanggung Pengobatan 3 Orang Tertimpa Baliho di Madiun, Keluarga Korban Minta Ini

Caleg DPR RI dari PSI Andro Rohmana,Selasa (13/11 - 2018), menjenguk korban yang mengalami lebam di wajah setelah tertimpa APK bergambar dirinya di rumah korban, Kelurahan Rejomulyo, Kota Madiun. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
14 November 2018 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Keluarga korban yang tertimpa alat peraga kampanye (APK) caleg DPR RI dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menolak tawaran pengobatan ke RSUD Sogaten milik Pemkot Madiun. Keluarga meminta ketiga korban dirawat di dokter spesialis karena melihat luka yang diderita cukup parah.

Ada tiga korban yang mengalami luka cukup parah akibat tertimpa baliho bergambar caleg DPR RI dari PSI, Andro Rohmana, pada Minggu (11/11/2018) lalu. Tiga korban yang masih satu keluarga itu adalah Jumiatun, 60, anaknya Ahmad Jaenudin, 23, dan cucu Fatimah, 7.

Saat menjenguk ketiga korban di rumah mereka RT 017/RW 006, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun, Selasa (13/11/2018), Andro Rohmana menawarkan perawatan medis ketiga korban di RSUD Sogaten. Seluruh biaya perawatan hingga sembuh akan ditanggung Andro. 

Suami Jumiatun, Suparlan, mengapresiasi iktikad baik Andro yang mau datang menjenguk serta berniat membiayai pengobatan para korban. Namun, ia meminta pengobatan istri, anak, dan cucunya yang terluka parah langsung dibawa ke dokter spesialis.

Dia keberatan kalau ketiga anggota keluarganya itu dirawat di RSUD Sogaten. Hal ini melihat pelayanan di rumah sakit itu terkadang lama dan kurang memuaskan.

Suparlan menyampaikan kondisi cucunya yang terluka parah akibat peristiwa robohnya APK itu harus segera dirawat. Salah satu bagian mata Fatimah saat ini sulit untuk dibuka, sehingga penglihatan cucunya bermasalah.

"Atas iktikad baik untuk mengobati korban saya terima. Tetapi kami ingin perawatannya di spesialis bukan rumah sakit daerah. Karena melihat kondisi korban yang cukup parah," ujar dia.

Jumiatun yang mengalami luka di bagian dada dan tangannya sulit digerakkan juga terkesan enggan saat rencana perawatan di RSUD Sogaten disampaikan Andro. Menurut Jumiatun, pelayanan perawatan di RSUD Sogaten lama.

Sementara itu, Andro Rohmana mengatakan seluruh korban akan dirawat di RSUD Sogaten. Seluruh biaya perawatan juga akan ditanggungnya. "Selain memberikan biaya perawatan, kami juga akan memberikan santunan kepada para korban," jelas dia.

Andro menuturkan ini merupakan tindakan inisiatif yang dilakukan karena peristiwa jatuhnya APK bergambar dirinya di Rejomulyo. Dia menegaskan APK itu merupakan APK dari sukarelawan bukan dari tim pemenangannya.

Mengenai permintaan keluarga korban, Andro mengaku saat ini akan menyanggupi perawatan medis hingga sembuh. Dia akan berpegang pada diagnosis dokter yang merawat.

"Akan kami bawa ke RSUD dulu, nanti untuk rujuk atau perawatan lanjutan akan melihat diagnosis dari dokter. Karena mereka yang lebih berwenang dan berkompeten," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya