Mayoritas Peserta CPNS Gagal SKD, Pemkab Madiun Usulkan Passing Grade Diturunkan

Peserta tes CPNS melihat pengumuman kelulusan tes CAT CPNS di Asrama Haji Kota Madiun, Kamis (8/11 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 November 2018 12:30 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun mengusulkan passing grade tes seleksi kompetensi dasar (SKD) calon pegawai negeri sipil (CPNS) diturunkan.

Hal itu menyusul banyaknya peserta tes SKD formasi Pemkab Madiun yang tidak lolos tes SKD.

SKD CPNS di Kabupaten Madiun diikuti sebanyak 2.897 orang. Dari jumlah yang ikut tes itu hanya 137 peserta yang nilainya memenuhi passing grade dan masuk seleksi kompetensi bidang (SKB).

Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Tontro Pahlawanto, mengatakan hasil seleksi CPNS di Kabupaten Madiun akan disampaikan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Hasil seleksi CPNS banyak tidak lolos ini tidak hanya terjadi di Kabupaten Madiun, tetapi juga terjadi di kabupaten/kota lain di BKN regional Jawa Timur.

Banyaknya peserta CPNS yang tidak lolos SKD ini tentu akan berpengaruh pada jumlah formasi yang belum terpenuhi. Sehingga banyak formasi yang tidak terisi.

Pemkab Madiun dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan BKN mengenai kasus ini. Dia pun meminta untuk bisa menurunkan angka passing grade.

"Dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan BKN regional Jatim. Kami minta untuk bisa diturunkan passing grade. Seperti tahun-tahun yang dulu," jelas dia kepada wartawan, Jumat (9/11/2018).

Lebih lanjut, pihaknya akan bersama-sama pemda se-Jatim untuk berkonsultasi ke BKN pusat.

Dengan kondisi yang terjadi di daerah-daerah terkait hasil tes SKD maka akan mengusulkan penurunan passing grade di setiap indikator penilaian.

Ada tiga penilaian dalam SKD yaitu TKP, TWK, dan TIU. Semisal passing grade untuk jalur umum yaitu TKP 143, TIU 80, dan TWK 75.