Pengemudi Ertiga yang Seruduk 2 Warung di Madiun Anggota TNI

Polisi memeriksa mobil Suzuki Ertiga yang menabrak dua warung makan di Jl. Cokroaminoto, Kota Madiun, Jumat (9/11 - 2018) malam. (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
10 November 2018 06:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pengemudi mobil Suzuki Ertiga berpelat nomor AE 1420 EO yang menyeruduk dua warung makan di Jl. Cokroaminoto, Kota Madiun, Jumat (9/11/2018) malam merupakan anggota TNI Angkatan Darat. 

Pengemudi bernama Yeni Priyatnawati, 45, itu kemudian dibawa ke Markas Polisi Militer (PM) V/Brawijaya di Jl. Mayjen Panjaitan, Banjarejo, Taman, Kota Madiun. 

"Pengemudi mobil adalah anggota TNI. Saat ini yang bersangkutan sudah dibawa ke PM untuk diperiksa," kata salah satu petugas dari PM V/Brawijaya yang sedang mendata korban kecelakaan di RSUP dr. Soedono Madiun, Jumat sekitar pukul 23.00 WIB. 

Petugas dari PM itu juga mengatakan pengemudi awalnya diamankan petugas Satlantas. Namun, karena yang bersangkutan merupakan anggota TNI sehingga kasus ditangani PM. 

Dari pemeriksaan sementara, pengendara mobil Ertiga itu mengalami kantuk saat sedang mengemudi. Selain Yeni, di dalam mobil juga ada kedua anaknya.

Ketiga orang itu selamat dalam kecelakaan yang merusak dua warung pedagang kaki lima di lokasi kejadian. 

Dalam kecelakaan itu, ada dua orang yang mengalami luka-luka yaitu Chesia Agista dan Susilowati. Susilowati mengalami patah kaki dan Chesia mengalami luka-luka di bagian tangan dan kaki. 

Kerabat korban, Yuli Irawati, mengatakan warung mi ayam yang ditabrak mobil Ertiga berwarna putih itu merupakan milik sepupunya, Ifana.

Sebelum kecelakaan terjadi, Ifana bersama Chesia, Susilowati, Mariana, dan Monica sedang berada di warung. 

Susilowati saat itu hendak pulang ke rumah dengan mengendarai sepeda motor yang ada di dekat gerobak mi ayam. Belum sempat mengendarai sepeda motor, tiba-tiba mobil berwarna putih itu datang menyambar dari arah utara ke selatan.

Susi mengalami luka cukup parah yakni kedua kakinya patah. Mobil itu mengharncurkan gerobak mie ayam yang dimiliki korban. 

"Saat itu Bu Susi mau pulang sudah di atas motor. Menunggu anaknya yang sedang mengambil helm. Belum sampai pergi malah sudah ditabrak," terangnya. 

Sedangkan tiga korban lainnya saat kejadian berada di belakang gerobak yang jaraknya cukup jauh sehingga tidak mengalami luka-luka.