106 Atlet Berprestasi Situbondo Diganjar Hadiah Uang Tunai

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto (kanan) mencoba bertanding dengan atlet anggar saat pembukaan Kejurnas Anggar di GOR Situbondo. Jumat (30/3 - 2018). (Antara/Istimewa)
10 November 2018 02:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SITUBONDO -- Sebanyak 106 atlet berprestasi asal Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, yang meraih medali emas, perak, dan perunggu dalam kejuaraan nasional dan kejuaraan daerah selama tahun 2018 mendapat penghargaan dari Bupati setempat Dadang Wigiarto.

"Selain 106 atlet yang mendapatkan penghargaan, juga tercatat ada 18 pelatih yang diberi penghargaan karena berhasil melatih atlet dari sejumlah cabang olahraga," kata Dadang Wigiarto kepada wartawan di Situbondo, Jumat (9/11/2018).

Data diperoleh, penyerahan penghargaan kepada atlet dan pelatih berprestasi periode Mei hingga Agustus 2018 dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Situbondo pada Kamis (8/11/2018) malam.

Sejumlah 106 atlet mendapat penghargaan karena telah meraih medali emas, perak dan perunggu dari beberapa cabang olahraga, diantaranya atlet anggar, karate, catur, bulu tangkis, pencak silat, selam dan tarung derajat.

Peraih medali emas sebanyak 33 atlet mendapatkan uang masing-masing Rp750.000, peraih medali perak sebanyak 37 atlet mendapatkan uang senilai Rp400.000 dan peraih medali perunggu sebanyak 36 atlet mendapatkan Rp300.000, sedangkan 18 pelatih berprestasi mendapatkan uang Rp500.000.

Bupati Dadang Wigiarto mengaku sangat bangga karena potensi yang dimiliki para atlet yang mayoritas pelajar tersebut dapat meraih prestasi yang membanggakan. Dia menegaskan Pemkab Situbondo sangat mendukung tumbuhnya atlet-atlet berprestasi.

"Pemerintah Kabupaten Situbondo nantinya tinggal memikirkan sarana dan prasarana pendukung untuk para atlet," tuturnya.

Bupati Situbondo sarana dan prasarana yang ada saat ini belum sepadan dibandingkan dengan prestasi yang telah diraih para atlet. Salah satunya stadion yang tersedia belum representatif sebagai sarana latihan untuk beberapa cabang olahraga, terlebih mereka harus bergantian dengan atlet sepak bola.

"Saat ini kami sedang mempersiapkan sarana prasarana latihan para atlet di Kecamatan Panarukan, dan pada akhir tahun ini kami targetkan rampung," katanya.

Ia menjelaskan, anggaran yang dimiliki pemerintah daerah sangat terbatas dan tidak bisa memenuhi kebutuhan sarana prasarana yang semestinya disediakan untuk para atlet sesuai dengan cabang olahraga yang diminati.

"Kami akan mencari 'bapak' atlet yang bisa mendukung prestasi atlet melalui investor, kami juga akan memberikan izin prinsip kepada investor asalkan mereka memberikan tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR untuk pembinaan atlet," ujarnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara