Jembatan Kedungwatu Ponorogo Roboh Usai Hujan Deras, Begini Kondisinya

Kondisi jembatan Kedungwatu di Kecamatan Sambit, Ponorogo, yang roboh karena diterjang debit air cukup tinggi, Kamis (8/11/2018). (Istimewa - Pemkab Ponorogo)
09 November 2018 22:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Jembatan Kedungwatu yang menghubungkan dua desa yaitu Desa Bancangan dan Desa Nglewan, Kecamatan Sambit, Kabupaten Ponorogo, roboh diterjang air sungai, Kamis (8/11/2018) pagi.

Debit air di sungai itu meningkat setelah hujan mengguyur dua hari terakhir di Ponorogo. 

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Imam Bashori, mengatakan jembatan Kedungwatu roboh pada Kamis sekitar pukul 06.00 WIB. Debit air di Sungai Sono cukup tinggi setelah hujan deras mengguyur wilayah Sambit. 

Dia menuturkan selain disebabkan debit air yang cukup tinggi, jembatan di sungai Sono itu roboh karena ada retakan di fondasinya. Banyaknya sampah yang mengendap di bagian tiang jembatan juga membuat beban jembatan semakin meningkat. 

"Debit air meningkat di arus sungai dan jembatan tidak mampu menahan arus sehingga roboh," kata dia yang dikutip dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Jumat (9/11/2018). 

Bashori menyampaikan jembatan Kedungwatu itu dibangun pemerintah pada tahun 1997. Panjang jembatan yaitu 30 meter persegi dan lebar 2,5 meter persegi. 

Akibat jembatan tersebut roboh, akses jalan di dua desa itu juga mengalami kendala. Warga harus memutar cukup jauh saat hendak beraktivitas. 

Dia mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada dan berhati-hati karena saat ini sudah memasuki musim penghujan. "Masyarakat lebih berhati-hati dan menjaga lingkungan," ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya