Truk Tertimpa Tanah Longsor di Jalan Trenggalek-Ponorogo, 2 Terluka Berat

Truk bermuatan telur yang tertimpa longsor di jalan raya Trenggalek-Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (9/11 - 2018). (Antara/Istimewa))
09 November 2018 17:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, TRENGGALEK --- Tanah longsor susulan terjadi di jalan raya Trenggalek-Ponorogo KM 16, Trenggalek, Jawa Timur, Kamis (8/11/2018) malam. Material longsor menimpa satu truk pengangkut telur yang kebetulan melintas di jalan itu, mengakibatkan dua orang terluka berat.

Insiden di jalur selatan lintas provinsi tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB, saat beberapa kendaraan dari arah Trenggalek maupun Ponorogo mencoba melintas setelah sebelumnya akses antarkota itu ditutup total akibat longsoran serupa.

Dua korban yang terluka diidentifikasi bernama Satria, 27, warga Desa Bendel Putih, Kecamatan Talun, Blitar, dan Didik, 30, warga Desa Karangsono, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar.

"Korban sudah dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Ada dua korban luka tertimpa material longsor di KM 16 itu," kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo, Jumat (9/11/2018).

Informasi dihimpun di lapangan, insiden terjadi saat truk sarat muatan telor dari Blitar itu tengah melintas di jalan nasional Trenggalek-Ponorogo dari arah Kabupaten Trenggalek menuju arah Kabupaten Ponorogo. Kondisi itu terlihat dari posisi truk pascatertimpa material longsor menghadap arah Ponorogo.

Truk bermuatan telur itu dikemudikan Didik, dikerneti Satria, dan rencananya mengirimkan pesanan.

Hingga Kamis sekitar pukul 23. 15 WIB proses evakuasi truk yang tertimpa material longsor dihentikan sementara. Dengan berbagai pertimbangan, proses evakuasi dilanjutkan mulai Jumat pagi tadi.

"Kondisi medan tidak memungkinkan. Apalagi seperti kita ketahui bersama masih banyaknya material longsor yang berjatuhan pasca diguyur hujan," kata Kasat Reskrim Polres Trenggalek, AKP Sumi Handana.

Alhasil, pengamatan di lokasi, kemacetan parah terjadi hampir satu kilometer di sepanjang jalan menuju KM 16. Bahkan, tidak sedikit dari puluhan kendaraan yang mayoritas berasal dari luar kota itu memilih untuk memutar arah.

Namun, tidak sedikit pula pengguna jalan itu memilih menunggu proses evakuasi rampung. "Sementara malam ini tidur di kendaraan dulu, menunggu besok saja," ujar Eko Wahyono, salah seorang pengguna jalan.

Untuk mengantisipasi adanya kejadian serupa, saat ini jalan itu ditutup total. Selain itu, nantinya juga ada tim terpadu dari TNI/POLRI yang berjaga di sekitar lokasi. "Tim terpadu dari Polsek maupun dari Koramil Tugu," ujarnya.

Nantinya, lanjut Didit juga akan diterapkan sistem buka tutup di waktu tertentu hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

"Untuk jam-jam tertentu akan kami lakukan buka tutup mengingat kondisi atau karakter pada pukul 18.00 WIB rawan terjadi potensi longsor," kata Didit.

Sementara jalur utama ditutup total, arus kendaraan dialihkan ke jalur alternatif melalui jalan perkampungan. Namun akses jalan itu hanya dapat digunakan kendaraan tertentu saja. Untuk kendaraan bertonase besar, tidak ada jalan alternatif lain selain menunggu proses evakuasi rampung maupun memutar arah.

"Hanya untuk kendaraan minibus yang dapat melintas. Nanti juga dibantu masyarakat desa Nglinggis," ujar Didit.

Sehari sebelumnya, Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 19.00 WIB, longsor juga terjadi di lokasi yang sama. Bahkan, longsor sempat membuat akses lumpuh/putus total hingga Kamis pagi pukul 05.00 WIB.

Pasca evakuasi material longsor, arus lalu lintas di jalan itu diterapkan sistem buka tutup. Namun pada Kamis malam, kembali terjadi longsor susulan yang menimpa truk nahas tersebut.

Di lokasi longsor itu sebenarnya tengah dibangun tembok penahan tebing. Tembok setinggi tujuh meter dengan panjang hampir 60 meter itu direncanakan bakal rampung pada akhir November 2018.

Harapannya dengan adanya tembok penahan tebing itu, jika terjadi longsor di kemudian hari tidak sampai menutup bahu jalan. "Insya Allah akhir November 2018 rampung," kata PPK BBPJN VIII Wilayah Trenggalek-Ponorogo-Pacitan, Ramlan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara