Inka Incar Proyek 75 Kereta Barang Bangladesh

Pekerja mengerjakan produksi kereta Light Rail Transit (LRT) di pabrik kereta PT Inka Madiun, Jawa Timur, Senin (7/5/2018). - ANTARA/Siswowidodo
08 November 2018 04:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- PT Industri Kereta Api (Persero) atau Inka yang berkantor di Madiun terus mengejar pasar ekspor dengan mengikuti lelang baru proyek pembuatan kereta barang untuk Bangladesh sebanyak 75 gerbong senilai US$20 juta.

Nilai pembuatan gerbong kereta barang untuk Bangladesh, menurut Direktur Utama Inka, Budi Noviantoro, memang tidak besar. Tetapi, pihaknya menilai negara Asia Selatan itu cukup banyak menyumbang ekspor kereta api Indonesia karena sudah tiga kali melakukan kontrak dengan Inka untuk kereta penumpang.

"Baru kemarin kami submit lelang di Bangladesh untuk kereta barang yang biayanya sekitar Rp600 juta-Rp700 juta per gerbong. Semoga saja menang," ungkapnya saat ditemui Bisnis/JIBI di sela-sela Inka Goes to Campus ITS, Selasa (6/11/2018).

Budi menerangkan saat ini Inka sedang mengembangkan proyek pembuatan kereta api secara paket atau yang disebut Indonesia Railway Development Consorsium dengan menawarkan paket pengerjaan mulai dari desain, pengadaan, pembuatan kereta, konstruksi hingga pembiayaan melalui Bank Exim.

Perseroan akan menjual paket Light Rail Transit (LRT) ke luar negeri. Pekan lalu, Inka sudah melakukan promosi ke Filipina, Vietnam, Myanmar, dan Bangladesh. Filipina disebut telah menunjukkan ketertarikan atas paket yang ditawarkan.

Selain itu, Inka juga mempunyai program greenfield, yakni menggarap rangkaian kereta, desain, sekaligus turut berinvestasi di luar negeri sehingga bisa meningkatkan kinerja perseroan.

"Greenfield masih baru sekali. Selain membuat kereta, kami juga bisa investasi di sana. Kami tawarkan ke Cebu, Filipina, mungkin bulan depan kami akan dipanggil Wali Kota Cebu untuk presentasi bersama teman-teman BUMN," ujarnya.

Budi menambahkan tahun depan produksi Inka akan difokuskan pada pengerjaan kontrak proyek yang sudah berjalan yakni penyelesaian LRT Jabodebek, 250 kereta penumpang pesanan Bangladesh, 50 kereta pesanan Thailand, dan 75 gerbong penumpang pesanan Sri Lanka.

Untuk kereta pesanan Bangladesh, spesifikasinya adalah berbadan lebar dan setiap gerbong berisi 90 kursi. Adapun pesanan dari Sri Lanka adalah pesanan berupa paket, sehingga Bank Exim turut memberikan pinjaman kepada Pemerintah Sri Lanka untuk membeli kereta tersebut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Bisnis Indonesia