Petani Ngawi Meninggal Tersambar Petir di Sawah

Petugas medis memeriksa kondisi Ndani setelah tersambar petir di sawahnya di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Ngawi, Rabu (7/11 - 2018). (Istimewa/Polres Ngawi)
07 November 2018 20:15 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Seorang petani di Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bernama Ndani, 45, meninggal dunia setelah tersambar petir di areal persawahan di Desa Puhti, Rabu (7/11/2018) sekitar pukul 15.00 WIB.

Saat itu, perempuan tersebut sedang merawat tanaman di sawah.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan Rabu sore kondisi cuaca di wilayah Ngawi mendung dan gerimis disertai petir. Saat itu, Ndani sedang berada di areal persawahan Desa Puhti untuk merawat tanaman.

Tiba-tiba terdengar suara petir dan kilat di tempat Ndani bekerja. Tiga petani lain yang ada di lokasi yaitu Sutrisno, Mudi, dan Paing melihat Ndani sudah dalam kondisi terjatuh di sawah.

"Saat diperiksa ternyata Ndani sudah tidak bernyawa. Warga kemudian membawa Ndani ke rumahnya di Desa Puhti," ujar Eko, Rabu malam.

Warga kemudian menghubungi petugas dari Polsek Karangjati dan petugas Puskesmas. Saat dicek perempuan itu memang sudah benar-benar tidak bernyawa. Di bagian leher perempuan itu ada luka lecet dan luka bakar. Luka bakar ini diduga akibat sambaran petir.

Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, kata Eko, penyebab kematian Ndani akibat tersambar petir. Tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh perempuan itu. Keluarga juga telah menerima peristiwa nahas itu sebagai musibah.

"Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi di rumah sakit. Sehingga jenazah langsung diberikan kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Eko.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya