Penyerapan Tenaga Kerja Lulusan SMK di Jatim Belum Optimal, Ini Sebabnya

Peserta bursa kerja mengisi formulir pendaftaran di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta, Rabu (31/10 - 2018). (Bisnis/Felix Jody Kinarwan)
06 November 2018 22:05 WIB Peni Widarti Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Jumlah angkatan kerja di Jawa Timur (Jatim) pada Agustus 2018 sebanyak 21,30 juta orang atau meningkat 0,36 juta orang bila dibandingkan pada periode yang sama tahun 2017 lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Teguh Pramono, mengatakan sejalan dengan jumlah angkatan kerja tersebut, tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) juga ikut meningkat 0,59 poin.

"Dalam setahun terakhir, pengangguran bertambah 11.000 orang, sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) turun menjadi 3,99% pada Agustus ini," katanya saat konferensi pers, Senin (5/11/2018).

Teguh Pramono menjelaskan penyerapan tenaga kerja di Jatim hingga Agustus ini masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan SD ke bawah yakni sebanyak 9,45 juta orang atau 46,2%, sedangkan tingkat SMP sebanyak 3,74 juta orang atau 18,31%, SMA sebanyak 3,05 juta orang atau 14,94% dan SMK sebanyak 2,20 juta orang atau 10,75%.

"Penyerapan tenaga kerja dari SMK masih sangat sedikit padahal pendidikannya memang difokuskan untuk bisa langsung bekerja ketika lulus. Mungkin masih belum ada lapangan pekerjaan yang sesuai dengan skill-nya," katanya.

Adapun total penduduk yang bekerja sebanyak 20,45 juta orang, yakni bertambah 0,35 juta orang dibandingkan tahun lalu. Lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan presentase penduduk yang bekerja terutama jasa pendidikan 3,37 poin, akomodasi dan makanan minuman 0,81 poin, dan industri pengolahan 0,30 poin.

"Sebaliknya lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan utamanya adalah jasa kesehatan -4,15 poin, administrasi pemerintahan -2,33 poin dan jasa perusahaan -1,24 poin.

"Sebanyak 61,92% orang bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir, pekerja informal di Jatim bertambah hingga 0,57 poin," imbuhnya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya