Banyuwangi Raih Penghargaan dari Gubernur Jatim Berkat Ini

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas (kanan) menerima penghargaan dari Gubernur Jatim Soekarwo atas keberhasilannya di sentra pertanian, Senin (5/11 - 2018). (Antara/Istimewa)
05 November 2018 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, SURABAYA -- Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo memberikan penghargaan kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas atas keberhasilan menjaga posisi Banyuwangi sebagai salah satu daerah sentra pertanian.

"Alhamdulillah, para petani di Banyuwangi luar biasa kinerjanya, terus berhasil menjaga produksi di tengah tantangan perubahan iklim," ujar Abdullah Azwar Anas di sela-sela rangkaian peringatan Hari Pangan se-Dunia di Surabaya, Senin (6/11/2018).

Dia menuturkan Banyuwangi tak hanya surplus di beberapa sektor pangan seperti padi, jagung, dan kedelai, tapi juga mampu mendistribusikannya ke daerah lain hingga 65 persen, sekaligus turut menopang ketahanan pangan Jatim maupun nasional.

"Produk pangan kami dikirim ke Bali, Lombok, Kaltim, Aceh, Surabaya, dan Jakarta. Bahkan, beras organik sudah diekspor ke luar negeri. Begitu juga produk hortikultura seperti manggis yang sudah ekspor," ucapnya.

Sebelumnya, kinerja sektor pertanian Banyuwangi juga diganjar penghargaan Satya Lencana Wirakarya dari Presiden Joko Widodo.

Produksi padi di Banyuwangi terus tumbuh dari 772.109 ton pada 2014, lalu pada 2017 mencapai 817.478 ton. Kemudian jagung tumbuh dari 142.915 ton pada 2014 menjadi 218.409 di 2017, termasuk kedelai yang cukup berfluktuatif, dari 51.021 di 2014 menurun di 2017 menjadi 45.738, tapi tetap surplus.

Saat ini, kata Azwar Anas, Banyuwangi juga sudah mulai mengembangkan bawang putih untuk membantu mengurangi impor.

“Sejak 2017, 130 hektare lahan di Banyuwangi mulai ditanami bawang putih dan telah dipanen perdana bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada Maret 2018,” kata Bupati Banyuwangi.

Sementara itu, Banyuwangi juga terus berupaya meningkatkan produktivitas dengan menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan atau LP2B seluas 55.023 hektare yang tidak boleh dialihfungsikan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara