Kereta Eksekutif KA Singasari Disambut Antusias Warga

Ilustrasi kereta api (Kai.id)
04 November 2018 14:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – PT Kereta Api Indonesia Daop 7 Madiun melakukan uji coba penambahan satu kereta kelas eksekutif di rangkaian kereta api Singasari relasi Blitar-Pasarsenen PP. Selama dua hari terakhir uji coba, antusias warga naik kereta eksekutif Singasari cukup tinggi.

Manajer Himas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, mengatakan selama ini KA Singasari relasi Blitar-Pasarsenen PP hanya terdiri dari kereta ekonomi. Kereta ini menjadi salah satu kereta yang banyak diminati penumpang.

Dia mengatakan secara resmi Daop 7 Madiun menambah satu rangkaian yaitu kereta kelas eksekutif di KA Singasari mulai Kamis (1/11/2018). Uji coba satu kereta eksekutif ini akan dilakukan selama lima hari yaitu tanggal 1-5 November 2018.

"KA Singasari ini memiliki kapasitas 640 tempat duduk. Nah ini ditambah satu lagi kereta eksekutif dengan kapasitas tempat duduk 50. Sehingga total tempat duduk KA Singasari ada 690 seat," jelas dia saat dihubungi Madiunpos.com, Sabtu (3/11/2018).

Volume penumpang KA Singasari rata-rata per hari ada 270 orang. Dengan adanya kereta eksekutif di rangkaian ini diharapkan bisa meningkatkan jumlah penumpang.

Ixfan menuturkan dalam dua hari terakhir 50 tempat duduk yang disediakan kereta eksekutif itu mendapat sambutan positif dari masyarakat. Di aplikasi KAI Access, tempat duduk untuk kereta eksekutif Singasari ini sampai tanggal 5 November telah habis terjual.

Hasil uji coba kereta eksekutif Singasari ini nantinya akan dievaluasi. Kalau hasil uji coba selama lima hari menunjukkan kinerja yang memuaskan dengan indikator penumpang lebih dari 50%. Ada kemungkinan kereta eksekutif Singasari itu akan terus digunakan.

"Kalau antusiasme pelanggan meningkat. Kemungkinan akan dirangkaian setiap hari atau reguler," ujar Ixfan.

Untuk tarif yang dikenakan yaitu kereta kelas ekonomi KA Singasari yaitu seharga Rp255.000/orang dan kereta eksekutif KA Singasari dijual dengan harga Rp350.000/orang.

"Kami berharap kalau dari sisi pelanggan memang potensial dan rangkaian juga mendukung kemungkinan bisa dilanjutkan," terang dia.