Air Bersih Dipasok ke Wilayah Kekeringan Bojonegoro hingga Pertengahan November 2018

Ilustrasi dropping air. (Istimewa/BPBD Magetan)
02 November 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Pendistribusian air bersih bagi warga Kabupaten Bojonegoro yang daerahnya mengalami kekeringan akan terus dilakukan hingga pertengahan November 2018, meskipun saat ini di sejumlah lokasi tersebut sudah turun hujan.

"Pendistribusian air bersih masih berlangsung, meskipun sudah turun hujan, tapi warga masih kesulitan air bersih," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, M.Z. Budi Mulyono, di Bojonegoro, Jumat (2/11/2018).

Menurut dia, pendistribusian air bersih sekarang ini setiap hari jumlahnya malah ditingkatkan menjadi berkisar 12-15 tangki (5.000 liter per tangki), di antaranya, delapan tangki yang didistribusikan langsung BPBD.

"Pendistribusian menjadi meningkat karena ada sejumlah lembaga, juga calon anggota legislatif, komunitas, juga pribadi warga yang ikut mendistribusikan air bersih," kata Budi Mulyono.

Dia menerangkan warga di sejumlah desa sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Bengawan Solo, antara lain, di Kelurahan Ledokkulon, Desa Ledokwetan, Desa Kauman, juga desa lainnya di Kecamatan Kota, kesulitan mendapatkan air bersih.

Sumur warga desa di tepian Bengawan Solo itu sumurnya mengering, disebabkan debit air sungai terpanjang di Jawa di daerah setempat menyusut.

"Warga di sepanjang DAS Bengawan Solo ya memperoleh pasokan air bersih, karena warga juga mengeluh kesulitan air bersih," ucapnya.

Yang jelas, menurut dia, alokasi anggaran yang tersedia dengan jumlah Rp200 juta dari APBD 2018, untuk pengadaan air bersih masih belum habis untuk pengadaan air bersih bagi warga sampai pertengahan November.

Data di BPBD setempat menyebutkan kesulitan air bersih dialami warga sebanyak 20.814 kepala keluarga (31.845 jiwa) di 117 dusun di 72 desa yang tersebar di 18 kecamatan.

"Dari data yang kami terima ada kecamatan yang tidak melaporkan jumlah warganya yang kesulitan air bersih," kata Pejabat Pelaksana Tugas Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia menambahkan.

Sebelum itu, BPBD mentargetkan pendistribusian air bersih akan berakhir akhir Oktober. Namun, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Gesofikas (BMKG) Karangploso, Malang, di daerah setempat masuk musim hujan dasarian I-III November.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara