Banyak Investor Incar Madiun, BI Minta Pemda Selektif

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (kiri) dan Kepala BI Perwakilan Kediri Djoko Raharto menyampaikan materi dalam jumpa pers di Sun City Hotel, Kamis (1/11 - 2018). (Istimewa/Pemkot Madiun)
02 November 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pembangunan infrastruktur jalan Tol Trans Jawa dan double track railway di Madiun dinilai dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Diperkirakan Madiun akan kebanjiran investor setelah kedua infrastruktur akses transportasi itu selesai.

Untuk mengantisipasi membeludaknya investor, pemerintah daerah di wilayah Madiun Raya harus lebih selektif dalam menerima investor.

Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri, Djoko Raharto, mengatakan saat ini Madiun dan sekitarnya menjadi incaran sejumlah investor dari Surabaya. Salah satu alasan Madiun dilirik investor karena pembangunan infrastruktur jalan dan double track yang melewati Madiun.

Selain faktor infrastruktur jalan, kata dia, alasan lain yaitu masiu rendahnya upah buruh di wilayah Madiun dibandingkan upah buruh di Surabaya dan sekitarnya. Oleh sebab itu, Djoko mengingatkan kepada seluruh kepala daerah untuk lebih selektif dalam menerima investor.

Dia menambahkan jangan sampai seluruh investor diterima dan nantinya tentu akan berdampak pada kondisi lingkungan di Madiun. Ia mengatakan saat ini ada beberapa investor yang hendak memboyong perusahaan mereka ke Madiun.

"Semisal kalau UMR di Surabaya Rp4 juta. Kemudian di Madiun Rp2 juta, tentu investor akan lebih memilih di Madiun," ujar Djoko Raharto di Sun City Madiun, Kamis (1/11/2018).

Djoko menyampaikan investasi yang cocok dikembangkan di Madiun yaitu industri yang bahan bakunya bisa diambil dari Madiun. Selain menciptakan lowongan pekerjaan, hal itu juga dapat memberi manfaat bagi masyarakat penyedia bahan.

Salah satu perusahaan yang bakal mengembangkan modalnya di Madiun yakni perusahaan pengolahan porang. Pabrik porang ini ada di wilayah Caruban. Nantinya pabrik ini akan mengambil bahan baku berupa porang di wilayah Madiun dan sekitar.

"Kalau selama ini kan porang diekspor ke China dalam bentuk mentah. Perusahaan ini nantinya mengambil porang dari petani dan diolah," ujar dia.

Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto menuturkan Kota Madiun terbuka terhadap investor. Namun, pemkot menutup diri untuk perusahaan-perusahaan yang mengolah bahan kimia.

Menurut dia, dampak yang ditimbulkan perusahaan bahan kimia lebih besar dibandingkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya