Begini Cara Pemkab Madiun Kampanyekan Pemenuhan Gizi Anak

Salah satu peserta mengikuti wawancara soal pola asuh dan gizi saat Lomba Balita Sejahtera Indonesia di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (1/11/2018). (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
01 November 2018 20:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 52 anak balita dari seluruh wilayah di Madiun mengikuti Lomba Balita Sejahtera Indonesia di Pendopo Muda Graha Kabupaten Madiun, Kamis (1/11/2018). Puluhan anak balita itu diukur tinggi dan berat badannya dengan disesuaikan usia anak. 

Lomba itu menjadi salah satu cara Pemkab Madiun mengkampanyekan pemenuhan gizi bagi anak dan mengurangi angka stunting di Kabupaten Madiun.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madiun, Soelistyo Widyantono, mengatakan lomba kesehatan anak balita ini diikuti 52 anak balita dari 26 puskesmas di seluruh wilayah Madiun. Lomba dibagi menjadi dua yaitu lomba untuk anak balita dan lomba untuk sang ibu.

Lomba untuk anak balita yaitu berat dan tinggi badan bayi harus sesuai dengan umur. "Nanti anak itu juga akan dites kemampuan kognitifnya. Jadi setelah ditimbang mereka akan dites pengetahuannya," ujar dia.

Selain lomba untuk anak balita, kata Soelis, ada juga lomba untuk ibu-ibu. Lomba untuk ibu ini meliputi bagaimana cara pola asuh ibu kepada anak-anaknya, terutama pengetahuan ibu tentang gizi anak.

Dia menuturkan salah satu yang diperhatikan dalam lomba untuk ibu ini yaitu tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi keluarganya. Kalau ibu tersebut tergolong berpendidikan tinggi dan kondisi ekonomi mapan justru tidak bisa menang. Yang dicari justru ibu dalam kondisi pendidikan rendah dan kondisi ekonomi lemah tetapi memiliki pengetahuan tentang pola asuh dan gizi.

"Ini untuk mengetes pengetahuan ibu tentang pola asuh dan gizi anak. Mereka diwawancara oleh tim juri," ujar dia.

Lebih lanjut, Soelis menyampaikan lomba ini bertujuan untuk mengkampanyekan pola asuh anak sehat dan memacu masyarakat untuk mengetahui soal gizi. Lomba ini menjadi salah satu cara untuk mengurangi angka stunting di Madiun. Seperti diketahui angka stunting di Madiun mencapai 20% dari total anak.

Ibu-ibu yang mengikuti lomba dengan sabar menunggu giliran untuk mengikuti tes wawancara. Mereka satu per satu ditanya tentang gizi oleh juri.

Petugas gizi Puskesmas Mlilir, Murtini, mengatakan ada dua anak balita dan ibu yang diikutkan lomba ini. Para balita itu sebelumnya diseleksi oleh petugas dari Puskesmas dan kemudian diikutkan lomba.

"Untuk ibu yang ikut lomba juga ada seleksinya di tingkat Puskesmas. Kemudian mereka juga mendapatkan bimbingan secara khusus. Tetapi yang ikut lomba memang sudah memiliki pemahaman tentang pola asuh," kata dia.