Datangi Ponpes di Magetan, Prabowo Tolak Disebut Kampanye

Pengasuh Ponpes Sabilil Muttaqien K.H. Miratul Mukminin atau Gus Amik (kanan) memberikan kaligrafi surat Al-Fatihah kepada calon presiden Prabowo Subianto di PSM Takeran, Magetan, Rabu (31/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
01 November 2018 04:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

PMadiunpos.com, MAGETAN -- Kedatangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, ke Pondok Pesantren Sabilil Muttaqien (PSM) di Takeran, Kabupaten Magetan, disambut seribuan santri dan para pengasuh pondok pesantren itu. Dalam kunjungannya itu, Prabowo menegaskan tidak kampanye atau meminta dukungan dari pengasuh ponpes.

Prabowo menganggap kedatangannya ke PSM Takeran bukan untuk mencari dukungan politik. Melainkan, dirinya hanya ingin sowan dan meminta nasihat kepada kiai di PSM.

Menurut dia, tidak pantas seorang calon pemimpin datang ke tempat ulama hanya untuk meminta dukungan.

"Saya punya pendapat, kiai, guru besar, ustadz adalah orang-orang bijak, orang-orang yang punya pemahaman. Dan tidak pantas kita datang minta dukungan. Kita yakin kearifan, kemampuan intelektual tokoh tersebut pada saatnya nanti setelah merenung, minta petunjuk dari yang maha kuasa, pada saatnya mereka para kiai, para guru besar, para ulama, para ustadz, mereka akan mengambil sikap dan keputusan yang paling bijak, yang berguna bagi masyarakat secara keseluruhan," kata Prabowo saat memberikan sambutan di PSM, Rabu (31/10/2018).

Kedatangannya ke PSM, kata dia, karena PSM merupakan pondok pesantren yang sangat terkenal dan bersejarah. Selain itu, ponpes ini juga memiliki pengaruh yang luas.

Prabowo menjelaskan saat ini aturan kampanye sangat ketat dan tidak boleh ada kampanye di pondok pesantren. Sehingga dirinya tidak mau berkampanye di ponpes.

"Kalau kampanye itu kan tolong pilih A B C. Tapi saya tidak kampanye," kata Prabowo. (Abdul Jalil/Madiunpos.com)