Ponorogo Raih Anugerah Wisata, Bupati Ipong Kaget

Tarian Reog Ponorogo dalam pembukaan Grebeg Suro 2018 di Alun-alun Ponorogo, Sabtu (1/9 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
29 Oktober 2018 06:00 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO — Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni mengaku kaget saat daerah yang dipimpinnya mendapatkan penghargaan dalam Anugerah Wisata Jawa Timur tahun 2018. Pemkab Ponorogo dinyatakan berhak menerima penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur karena komitmen dalam mengembangkan sektor pariwisata.

Menurut Ipong selama ini pemerintah melakukan pengembangan wisata dalam berbagai program. Namun, saat berbagai faktor yang menjadi dasar pemberian penghargaan ini, Ipong justru baru tersadar kalau Pemkab Ponorogo serius dalam mengembangkan bidang pariwisata.

Pemberian penghargaan Anugerah Wisata Jawa Timur 2018 ini telah diterima Pemkab Ponorogo pada Selasa (23/10/2018) di Surabaya.

“Ponorogo ini dibacakan pertama kali di bandingkan daerah lain yang juga mendapat penghargaan. Urainnya sangat panjang. Ternyata banyak hal yang membuat kita ini dinilai punya komitmen kuat dalam menghidupkan pariwisata di Ponorogo” kata dia yang dikutip Madiunpos.com dari siaran pers Pemkab Ponorogo, Minggu (28/10/2018).

Ipong menuturkan Pemkab Ponorogo dinilai berkomitmen karena menempatkan pariwisata sebagai sektor unggulan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Selain itu, visi Pemkab Ponorogo juga dianggap memiliki basis dukungan kuat terhadap sektor pariwisata.

Pemkab Ponorogo, kata Ipong, juga dianggap mendukung sektor pariwisata dengan kebijakan anggaran. Porsi anggaran sektor pariwisata dalam APBD pada 2016, 2017, dan 2018 cukup tinggi. Pemerintah daerah juga memberikan bantuan berupa alat kesenian kepada desa-desa wisata dan paguyubanpaguyuban kesenian.

“Kami tidak hanya memberikan bantuan berupa alat kesenian kepada paguyuban kesenian di Ponorogo saja. Tetapi juga di luar Ponorogo bahkan di luar negeri,” terang dia.

Pada tahun 2017 lalu, Pemkab Ponorogo juga memberikan bantuan stimulus kepada desa-desa wisata dengan anggaran Rp25 juta per desa. Sedangkan desa yang mendapatkan bantuan itu ada 100 desa.

Lebih lanjut, inisiatif yang mendapat perhatian tim juri juga karena Pemkab Ponorogo memiliki inisiatif dalam membangun destinasi wisata buatan yaitu berupa pembangunan Kampung Reog. Faktor lain yaitu Pemkab Ponorogo dinilai gencar melakukan promosi ariwisata. Hal ini terbukti dari banyaknya kegiatan seperti lomba karawitan, lomba macapat, pementasan reog bulan purnama, serta berbagai pentas kegiatan seni budaya.