Tim Evakuasi 3 Jenazah Nelayan Hilang di Perairan Pamekasan

Tim gabungan saat hendak melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Perairan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/10 - 2018). (Antara)
25 Oktober 2018 14:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PAMEKASAN --- Upaya pencairan nelayan hilang di Perairan Pamekasan, Jawa Timur, yang dilakukan tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Pamekasan, Polres dan TNI, membuahkan hasil.

Pada Kamis (25/10/2018), tim menemukan tiga mayat di perairan Pamekasan yang diduga korban tenggelamnya Kapal Motor Cahaya Bahari Jaya.

"Jadi, total yang kami temukan tiga mayat, karena saat ini ada tambahan dua lagi," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono, Kamis siang.

Penemuan mayat yang belum teridentifikasi itu di lokasi berbeda, satu di antaranya di sekitar Kilang Minyak Oyong milik PT Santos oleh Kapal Tag Boat AMT Tegap Jaya warna biru, yang kemudian dibawa ke pelabuhan Branta Pesisir. Satu mayat lagi ditemukan di perairan Desa Kramat, Kecamatan Tlanakan.

Sedangkan satu mayat lainnya ditemukan oleh nelayan asal Probolinggo yang juga ikut melakukan pencarian di perairan Pamekasan.

"Dua dari tiga mayat yang ditemukan tersebut kini berada di Pamekasan, sedangkan satu mayat langsung dibawa pulang ke Probolinggo," ujar Budi Cahyono.

Dia menambahkan kedua mayat yang masih berada di RUSD Pamekasan itu diyakini merupakan dua di antara delapan korban tenggelamnya Kapal Motor Cahaya Bahari beberapa hari lalu, termasuk yang dibawa pulang langsung oleh nelayan asal Probolinggo.

Dengan demikian, jumlah korban yang ditemukan di perairan Pamekasan sudah empat orang.

"Satu korban sudah ditemukan di pantai Jumiang atas nama Rohim, warga Mayangan, Kota Probolinggo, dalam keadaan meninggal dunia pada hari Minggu, 21 Oktober 2018 lalu," katanya.

Kapal Motor Cahaya Bahari Jaya yang dilaporkan hilang kontak itu ditumpangi sebanyak delapan orang. Kapal tersebut dinahkodai oleh Windi dengan anak buah kapal (ABK) masing-masing Wahyu, Samsul, Rohim, Iwan, Giman, Marwan, dan Tomi.

Sebelumnya pada 21 Oktober 2018, pemilik kapal bernama Haji Matari, 65, warga Jalan Ikan Banyar, RT 003/RW 003 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Probolinggo, melaporkan ke Polair Polres Probolinggo.

Dalam laporan yang disampaikan kepada petugas Polair Polres Probolinggo itu dijelaskan bahwa pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB, KM Cahaya Bahari Jaya yang dinakhodai Windi, berangkat mencari ikan menuju perairan Paiton.

Lalu, keesokan harinya pada Jumat (19/10/2018) sekitar pukul 19.00 WIB pemilik kapal menghubungi nakhoda Windi dan posisi kapal masih berada di perairan Paiton. Namun, pada 20 Oktober 2018, sekitar pukul 19.00 WIB, nakhoda beserta ABK hilang kontak.

Lalu, pada 21 Oktober 2018, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan dan belakangan diketahui mayat itu, merupakan salah satu ABK yang kehilangan kontak.

Atas laporan itu, Basarnas dibantu BPBD Pemkab Pamekasan, Polres dan Kodim 0826 Pamekasan melakukan pencarian korban di perairan Pamekasan.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara