Kapal Tenggelam di Selat Pamekasan, 7 Nelayan Probolinggo Hilang, 1 Tewas

Tim gabungan saat hendak melakukan pencarian korban kapal tenggelam di Perairan Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Selasa (23/10 - 2018). (Antara)
24 Oktober 2018 12:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, PAMEKASAN -- Pencarian Kapal Motor Cahaya Bahari Jaya yang tenggelam di Selat Pamekasan, Jawa Timur, Selasa (23/10/2018) malam, dihentikan karena kondisi tak memungkinkan untuk diteruskan.

Tim gabungan Badan SAR Nasional (Basarnas) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Pamekasan dibantu Polsek dan Koramil Pademawu, yang melakukan pencairan terhadap tujuh nelayan hilang melanjutkan pencarian hari ini.

"Pencarian kami hentikan karena situasi sudah gelap dan akan dilanjutkan kembali Rabu [24/10/2018]," kata Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pemkab Pamekasan Budi Cahyono Selasa malam.

Untuk diketahui, kapal motor yang tenggelam di sekitar perairan Pamekasan itu milik nelayan asal Probolinggo. Tujuh orang dinyatakan hilang, masing-masing ABK  bernama Wahyu, Samsul, Iwan, Giman, Marwan, Tomi, serta Windi selaku nakhoda.

Semua korban hilang itu asal Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Probolinggo, Jawa Timur. "Kami dari BPBD Pamekasan beserta polisi dan TNI membantu melakukan pencarian, karena lokasi kejadian di perairan Pamekasan," ujar Budi.

Musibah kapal motor tenggelam terjadi pada Minggu, 21 Oktober 2018, dan telah dilaporkan warga Mayangan, Probolinggo, ke Polair Polres Probolinggo oleh pemilik kapal bernama Haji Matari, 65, warga Jalan Ikan Banyar, RT 003/RW 003 Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Probolinggo.

Dalam laporan yang disampaikan kepada petugas Polair Polres Probolinggo itu dijelaskan pada Kamis (18/10/2018) sekitar pukul 02.00 WIB, KM Cahaya Bahari Jaya yang dinakhodai Windi, berangkat mencari ikan menuju perairan Paiton.

Keesokan harinya, yakni pada Jumat (19/10)/2018 sekitar pukul 19.00 WIB, pemilik kapal menghubungi nakhoda Windi dan posisi kapal masih berada di paraitan Paiton, Probolinggo. Namun, pada 20 Oktober 2018 sekitar pukul 19.00 WIB, nakhoda beserta ABK hilang kontak.

Pada 21 Oktober 2018, sesosok mayat tanpa identitas ditemukan mengapung di perairan Pantai Jumiang, Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, dan belakangan diketahui mayat itu merupakan salah satu anak buah kapal (ABK) dari KM Cahaya Bahari Jaya asal Probolinggo yang kehilangan kontak.

"Atas temuan mayat yang merupakan salah satu ABK tersebut, lalu Basarnas menduga, sebagian mayat lainnya diperkirakan tenggelam di Perairan selat Pamekasan ini. Makanya, kami melakukan pencarian," katanya.

Pemilik KM Cahaya Bahari Jaya, Matari, yang merupakan warga Kelurahan/Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, mengatakan tidak bisa menghubungi nakhoda dan seluruh ABK pada Sabtu (20/10/2018) malam, sehingga kejadian tersebut dilaporkan ke Satpolairud Probolinggo pada Minggu (21/10/2018).

"Ada tujuh ABK bernama Wahyu, Samsul, Rohim, Iwan, Giman, Marwan, dan Tomi, sedangkan nahkoda berama Windi yang seluruhnya warga Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo," ujarnya.

Matari mendapat informasi ada nelayan yang jenazahnya mengapung di perairan Kabupaten Pamekasan, Madura, dan setelah dicek bahwa benar jenazah tersebut adalah ABK KM Cahaya Bahari Jaya berama Rohim, setelah pihak keluarga datang ke Pamekasan.

Jenazah nelayan Rohim yang ditemukan di perairan Pantai Pamekasan sudah dibawa ke rumah duka di Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, dan dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat oleh keluarganya.

Sumber : Antara