Rp5,5 Miliar Digelontorkan untuk Merehab 371 Rumah di Nganjuk

Ilustrasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH). (Solopos/Dok)
13 Oktober 2018 14:00 WIB Anitana Widya Puspa Madiun Share :

Madiunpos.com, JAKARTA -- Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana sebesar Rp5,5 miliar untuk melaksanakan bedah rumah sebanyak 371 hunian di Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

"Pemerintah berupaya memberikan bantuan di bidang perumahan secara merata di seluruh Indonesia, termasuk di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. 371 Unit rumah tahun ini kami bedah dengan dana APBN," ujar Dirjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi Abdul Hamid, melalui keterangan resmi yang diterima Bisnis/JIBI, Jumat (12/10/2018).

Menurut Khalawi, pemerintah tetap fokus untuk memberikan bantuan stimulan di bidang perumahan seperti bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS).

Dengan adanya bantuan itu, ungkap dia, meskipun tidak jadi rumah mewah tapi setidaknya rumah masyarakat yang sebelumnya tidak layak bisa berubah lebih baik. Yakni lantai minimal disemen, dinding dari bata, dan atap tidak bocor lagi jika musim hujan tiba. Selain itu sanitasi seperti kamar mandi juga layak.

Pada 2018, nilai bantuan program BSPS yang disalurkan kepada masyarakat untuk membedah rumah sebesar Rp15 juta untuk peningkatan kualitas dan Rp30 juta untuk pembangunan rumah baru. Besaran bantuan tersebut hanyalah stimulan dan masyarakat juga bisa memiliki keswadayaan sendiri.

Khalawi menambahkan Kementerian PUPR akan melakukan monitoring dan evaluasi di lapangan agar penyaluran BSPS tidak salah sasaran.

Khalawi Abdul Hamid juga meminta kepada Pemkab Nganjuk untuk mendorong keterlibatan komunitas masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengentasan rumah tidak layak huni di daerah masing-masing.

"Keikutsertaan komunitas dalam pembangunan rumah juga sangat penting. Mereka bisa melakukan pengumpulan iuran bagi para anggotanya dan dari hasil iuran tersebut bisa dimanfaatkan untuk pembangunan rumah bagi anggotanya," katanya.

Sebagai informasi, Kementerian PUPR selain memberikan BSPS, juga membangun rumah susun dan rumah khusus di Kabupaten Nganjuk.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Nganjuk Agoes Subagijo mewakili Bupati Nganjuk mengucapkan terima kasih atas bantuan perumahan bagi masyarakat kurang mampu dari Kementerian PUPR dan DPR.

Dia menerangkan wilayah Nganjuk yang berbukit-bukit dan tanah warga yang berkapur membuat warga sulit memperoleh air bersih dan memiliki rumah yang layak huni.

"Kami berharap tahun depan lebih banyak lagi program perumahan dari Kementerian PUPR bisa disalurkan ke Kabupaten Nganjuk," harapnya.

Salah seorang penerima BSPS dari Desa Gampeng Dukuhan Putuk Wetan Nganjuk, Panito, 50, menyatakan sangat terbantu dengan adanya BSPS ini. Rumahnya yang berukuran 5x10 meter kini lebih layak. Dirinya bersama istri dan tiga orang anaknya kini bisa tinggal dengan nyaman.

"Dulu rumah saya ya seadanya. Bangunannya saya bongkar karena dapat dana BSPS dari pemerintah Rp15 juta. Saya juga jual dua ekor sapi untuk menambah biaya pembangunan rumah. Alhamdulillah sekarang rumahnya sudah jadi," katanya.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya