UII Jogja Hibahkan Mainan Anak ke Kelompok Bermain

Suasana evaluasi program pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan para dosen Universitas Islam Indonesia di Kelompok Belajar Rumah Anak Pintar Islami (KB RAPI), Jumat (31/8 - 2018). (Harian Jogja/Bernadheta Dian Saraswati)
13 Oktober 2018 13:20 WIB Bernadheta Dian Saraswati Madiun Share :

Solopos.com, JOGJA — Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja untuk tahun 2018 ini melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan pendampingan kepada dua kelompok bermain di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selama empat bulan, tim UII menyampaikan materi pembelajaran tumbuh kembang anak.

Di pengujung pelaksaan program pengabdian kepada masyarakat itu, tim Universitas Islam Indonesia (UII) Jogja menutup kegiatan dengan menghibahkan seperangkat alat teknologi dan mainan anak untuk Kelompok Bermain Rumah Anak Pintar Islami (KB RAPI). Mereka juga melakukan evaluasi atas materi pembelajaran tumbuh kembang anak yang sudah disampaikan selama empat bulan.

Salah seorang anggota tim yang merupakan dosen Program Studi Psikologi UII Jogja, Resnia Novitasari, mengatakan timnya terdiri atas tiga dosen dari Prodi Psikologi dan Prodi Bahasa Inggris UII. Tahun lalu, tim itu mengajukan program hibah pengabdian kepada masyarakat dengan skema Program Kemitraan Masyarakat dari Dikti.

Tim itu mulai mengimplementasikan program kepada dua lembaga pendidikan, yaitu Kelompok Belajar (KB) Rumah Anak Pintar Islami (RAPI) di Palgading RT 005/RW 002, Minomartani, Ngaglik dan KB Smart Child Al-Mubarrak di Jetis Baran, Ngaglik, Sleman, D.I. Yogyakarta. Dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki, masing-masing anggota tim—para dosen—memberikan materi seputar peningkatan kompetensi pedagogik (cara merancang pembelajaran anak sesuai tahapan tumbuh kembang anak) bagi pendidik di lembaga tersebut.

"Program yang kami lakukan ada seksi tumbuh kembang anak dan gangguan perkembangan, pengembangan aktivitas belajar, dan literasi teknologi informasi sebagai sumber belajar," tuturnya pada Harianjogja.com, Jumat (31/8/2018). Nantinya juga akan ada materi kurikulum dan evaluasi dengan menghadirkan praktisi PAUD di level nasional.

Resnia mengakui bahwa tidak semua pendidikan di KB/PAUD memiliki latar belakang S-1 PAUD. Ada yang dari kader posyandu, ada dari walisiswa yang tertarik dengan dunia anak, ada pula dari latar belakang D-3 dan S-1 tetapi bukan jurusan PAUD. Harapannya melalui penyampaian materi tersebut tetap mampu menambah pengetahuan dan kompetensi bagi para pendidik.

Sementara itu, Kepala Sekolah KB RAPI Ulin Ni'mah mengatakan hibah UII Jogja tersebut sangat bermanfaat untuk mempercepat visi sekolah, yaitu Smart Dayaqu yang mencakup sehat, mandiri, kreatif, berbudaya, dan Alqurani. "Materi itu me-refresh kami kembali. Karena sebagai pendidik kami juga sudah mendapat diklat dasar [dari Himpaudi dan Dinas Pendidikan], jadi ini refreshment," tutur Ulin.

Menurutnya, program pendampingan dari Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut membuat pihak sekolah merasa diperhatikan dan diakui sebagai lembaga pendidikan sehingga menambah semangat baru bagi para pendidik. Begitu pula dengan fasilitas yang masih swadaya, bantuan yang diberikan membuat proses belajar-mengajar menjadi lebih kondusif.

Pihaknya mengakui adanya kendala yang dirasakan para pendidik adalah latar belakang pendidikan para pendidik yang tidak sesuai dengan bidang yang diampu. Namun, dengan pertemuan Himpaudi yang digelar setiap bulan dan disisipi materi pembelajaran anak, ada yang bisa diserap oleh para pendidik.

Dalam kesempatan itu, tim hibah UII menyerahkan sejumlah bantuan berupa laptop, modem, printer, dan perlengkapan bermain yang belum tersedia di KB RAPI.

Sumber : Harianjogja.com