Pemkab Madiun Siap-Siap Terapkan Sistem Berbasis Elektronik

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro. (Madiunpos.com - Abdul Jalil)
13 Oktober 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun bersiap untuk menerapkan sistem pemerintahan berbasis elektronik. Salah satunya dengan mengganti seluruh software komputer di lingkungan pemerintahan dengan yang asli atau orisinil.

Pemkab akan menyiapkan anggaran cukup besar untuk membeli berbagai perangkat software maupun perlengkapan lainnya. Penyiapan ini menyusul disahkannya Peraturan Presiden Nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Bupati Madiun, Ahmad Dawami Ragil Saputro, mengatakan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Namun, tidak menutup kemungkinan akan ada kenaikan belanja terkait persiapan itu.

Program terkait sistem pemerintahan berbasis elektronik ini sudah dianggarkan dalam APBD Perubahan 2018.

"Mahal di depan tidak apa-apa. Tetapi dua tahun ke depan kan pasti lebih murah," kata pria yang akrab disapa Kaji Mbing kepada wartawan di Pendapa Pemkab Madiun, Kamis (11/10/2018).

Dia menuturkan penerapan sistem ini harus dipersiapkan dengan matang hingga sampai pengawasannya. Kesiapan basis elektronik juga harus sesuai dengan kondisinya.

"Pelan-pelan akan menuju ke sana. Seluruh data akan diperbaiki. Seperti data pengangguran akan diperbaiki. Data tanah. Kemarin juga ada data anak yatim. Semuanya akan didata dalam basis elektronik," jelas dia.

Program yang terkait dengan sistem elektronik ini seperti E-planning, E-budgeting, E-prog. Menurut Kaji Mbing, program tersebut sangat dibutuhkan pemerintah daerah. Apalagi basis data ini sangat penting untuk menentukan sebuah kebijakan.

"Ketika ada data yang salah, maka akan ada program pemerintah yang tidak tepat sasaran. Akhirnya program yang telah ditetapkan sia-sia," terang dia.

Dengan pemberlakuan sistem elektronik ini, seluruh komputer di Pemkab Madiun akan menggunakan software orisinil. Sedangkan software yang diketahui bajakan akan diganti.

"Saya anti pembajakan. Semuanya sudah jalan. Tapi ini dilakukan perlahan," terang dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya