Bojonegoro Rawan Gempa Bumi karena Dilewati 2 Sesar Ini

Ilustrasi gempa (Reuters)
12 Oktober 2018 20:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, memiliki potensi gempa karena dilewati sesar di zona Kendeng di wilayah selatan, dan sesar di zona Rembang wilayah utara yang berbatasan dengan Kabupaten Tuban dan Blora, Jawa Tengah.

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Nadif Ulfia menjelaskan wilayahnya diketahui memiliki potensi gempa berdasarkan dokumen kajian risiko bencana 2017-2012 yang dikeluarkan BNPB.

"Dokumen kajian risiko bencana yang dikeluarkan BNPB kami terima awal 2018," kata dia di Bojonegoro, Kamis (12/10/2018).

Berdasarkan dokumen itu, lanjut dia, wilayah Bojonegoro yang dilewati sesar zona Kendeng yaitu memanjang mulai Kecamatan Margomulyo, Tambakrejo, Ngambon, Sekar, Gondang, Bubulan, dan Temayang, hingga kemudian ke arah Kabupaten Nganjuk dan Jombang.

Selain itu, lanjut dia, wilayahnya yang dilewati sesar zona Rembang yaitu di Kecamatan Kedewan dan Malo, yang berbatasan dengan Kabupaten Blora, Jawa Tengah, kemudian ke arah Tuban.

Berdasarkan kajian yang ada, potensi gempa disebabkan keberadaan dua sesar itu tidak sebesar gempa di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). Sebab, sesar di zona Kendeng dan Rembang, pergeserannya kecil dibandingkan sesar Koro Palu.

"Kalau pergeseran sesar besar maka potensi gempa juga besar, begitu sebaliknya," katanya.

Nadif Ulfia menambahkan BPBD akan menyosialisasikan potensi gempa di daerahnya kepada masyarakat. Selain itu juga memasukkan potensi gempa dalam daftar potensi bencana yang bisa terjadi sewaktu-waktu di wilayahnya.

Paling tidak, kata dia, masyarakat yang membangun bangunan di garis kedua sesar harus waspada, karena di wilayahnya memiliki potensi gempa."BPBD akan memasukkan potensi bencana gempa dalam daftar bencana yang bisa terjadi, meskipun kejadian gempa tidak bisa diprediksi," ujarnya.

Sebelum ini, kata dia, BPBD mencatat ada sembilan bencana yang masuk daftar ancaman bencana di wilayahnya, antara lain, banjir luapan Bengawan Solo, banjir bandang, tanah longsor, angin kencang, selain juga bencana kegagalan industri karena adanya industri migas.

Berdasarkan data, gempa berkekuatan 4 Skala Richter pernah terjadi di Kecamatan Gondang, Bojonegoro, pada awal 2016.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, memperkirakan pusat gempa di Desa Jari, Kecamatan Gondang, berada di lokasi dangkal berkedalaman berkisar 1-30 kilometer.

Ketika itu gempa dirasakan warga di Desa Jari dan sekitarnya, dan di Desa Jari, kemudian muncul semburan lumpur bercampur air dan gas.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara