3 Waduk di Madiun Kering Kerontang Tak Bisa Mengairi Sawah Petani

Warga mencari ikan di Waduk Saradan Madiun yang mengering saat musim kemarau, Jumat (28/9 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
12 Oktober 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN --Pengoperasian tiga waduk di Kabupaten Madiun dinyatakan berhenti sementara dan tidak dapat mengairi sawah petani. Hal itu menyusul musim kemarau yang sudah beberapa bulan berlangsung dan mengakibatkan debit air di waduk menyusut.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat Kabupaten Madiun, Arnowo Widjaja, mengatakan tiga waduk yang sementara berhenti beroperasi yakni Waduk Dawuhan, Waduk Saradan, dan Waduk Notopuro.

Tiga waduk tersebut biasanya mengairi 4.696 hektare areal persawahan di sejumlah kecamatan di Kabupaten Madiun.

"Operasional waduk untuk pengairan sawah terpaksa kami hentikan. Karena debit air di waduk yang kritis tidak bisa digunakan untuk mengairi sawah," jelas dia, Kamis (11/10/2018).

Arnowo menyampaikan tiga waduk ini mengaliri areal persawahan di tiga kecamatan yaitu Pilangkenceng, Wonoasri, dan Saradan. Menurutnya, bila pengoperasian waduk dipaksakan dengan kondisi debit air minim seperti sekarang justru akan merusak konstruksi waduk.

Ini natinya akan berdampak pada operasional waduk tidak bisa dijalankan saat musim penghujan tiba.

Lebih lanjut, untuk mengairi sawah di musim kemarau seperti sekarang, para petani di Madiun mengandalkan 192 sumur pompa dan 104 sumur reservoir. Ratusan sumur pompa itu diklaim mampu mengatasi kebutuhan air ribuan hektare sawah milik petani hingga musim penghujan tiba.

Pengelola Waduk Saradan, Aris Nurdiyanto, mengatakan debit air di Waduk Saradan mulai menyusut sejak Juni 2018. Kemudian debit air secara berlahan menyusut dan saat ini kondisi waduk nyaris kering.

Dia menuturkan sumber air Waduk Saradan dari air hujan. Saat musim kemarau tidak ada sumber air utama yang masuk ke waduk, sehingga kondisi waduk semakin mengering.

"Setiap musim kemarau memang seperti ini. Selalu kering. Warga sekitar waduk banyak yang datang ke waduk untuk mencari ikan," terang dia saat ditemui di kantornya, Jumat (28/9/2018).

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya