Kenikmatan Kopi Hargo Kiloso Khas Ngebel Ponorogo Gencar Dipromosikan

Ribuan orang memadati Telaga Ngebel Ponorogo merayakan tradisi Larungan 1 Suro, Selasa (11/9 - 2018). (Solopos/Abdul Jalil)
12 Oktober 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, PONOROGO -- Pemerintah Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, gencar mempromosikan hasil kopi dari petani masyarakat setempat. Terlebih kopi asli Ngebel telah mendapat apresiasi di ajang kontes kopi internasional di Swedia.

Kopi asli Ngebel diberi nama Hargo Kiloso, sesuai dengan nama dusun tempat kopi tersebut ditanam. Kopi Hargo Kiloso menjadi pelengkap dalam konsep wisata alam Telaga Ngebel. Pengunjung tidak hanya bisa menikmati keindahan alam telaga, melainkan juga bisa meminum kopi yang rasanya nikmat.

Camat Ngebel, Suseno, mengatakan sejak satu tahun terakhir tanaman kopi Hargo Kiloso mulai dikembangkan di Kecamatan Ngebel. Kawasan Ngebel sangat pas untuk mengembangkan tanaman kopi ini karena lahannya berada di ketinggian 700 meter di atas permukaan laut (mdpl) sampai 1.300 mdpl.

"Kondisi ketinggian muka tanah di kawasan Ngebel ini membuat biji kopi dari Ngebel disebut-sebut sebagai kopi yang sudah sedap sejak dari pohonnya. Kita punya potensi luar biasa di kopi ternyata," kata dia dalam siaran pers, Rabu (10/10/2018).

Ada dua desa di Kecamatan Ngebel yang disebut sebagai lokasi berkembangnya kopi Hargo Kiloso yaitu Desa Talun dan Desa Pupus. Kedua desa ini berada di atas Telaga Ngebel dengan jarak 2-3 km.

Suseno menyampaikan kopi Hargo Kiloso mulai dikenal saat mengikuti kontes kopi di Yogyakarta. Saat itu, kopi ini menjadi salah satu kopi terbaik. Dari hasil yang membanggakan itu, kopi asli Ngebel dibawa ke Swedia saat kontes kopi internasional. Dan kopi hasil tangan petani ini juga mendapatkan apresiaisi.

Setelah mendapat pengakuan di kontes kopi, sejumlah petani di Ngebel mulai mencoba untuk menanam kopi Hargo Kiloso. Sedangkan pohon cengkih yang sudah menjadi tua akan mati dan tanamannya diganti kopi.

"Kita mulai tanami kopi dengan jenis yang sama dengan yang sudah ada ratusan tahun di sini. Bibit tidak khawatir kekurangan sebab pohon yang lama saat menggugurkan bunganya bisa menghasilkan pohon baru yang bagus,” terang dia.

Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Ponorogo, Addin Andamawir, mengatakan kopi Ngebel ini akan difasilitasi dalam pengembangan. Dinas perdagangan juga bisa memberikan dorongan berupa promosi hingga pemasaran.

“Kami siap kembangkan seperti standardisasi, kemasan dan juga mengenalkan ke berbagai pasar. Kami siap memamerkan produk ini sebagai unggulan,” ujar dia. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya