LP dan Rutan di Jatim Gunakan SDP untuk Awasi Napi

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Susy Susilawati, berkunjung ke LP Klas I Madiun, Selasa (9/10 - 2018) siang. (Solopos/Abdul Jalil)
11 Oktober 2018 06:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebagian besar lembaga pemasyarakatan (LP/Lapas) dan rumah tahanan (rutan) di wilayah Jawa Timur (Jatim) telah menerapkan sistem database pemasyarakatan (SDP). Sistem ini berguna untuk merekam aktivitas keluar masuk narapidana selama menjalani hukuman.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Jatim, Susy Susilawati, mengatakan ada 39 LP dan Rutan yang tersebar di seluruh kabupaten/kota se-Jatim. Hingga kini sebanyak 75% dari 39 LP dan Rutan itu sudah menerapkan SDP.

"Kami berharap sampai akhir tahun ini, seluruh Lapas dan Rutan di Jawa Timur sudah menerapkan SDP online dan sudah terkoneksi dengan aplikasi berbasis IT," kata dia saat meresmikan SDP layanan terpadu di LP Klas I Madiun, Selasa (9/10/2018).

Susy menuturkan SDP online bertujuan untuk mempermudah mengenali warga binaan. Setiap warga binaan di LP/Rutan didata lewat finger print sehingga data mereka terekam dan dikenali oleh sistem.

"Dengan sistem ini, petugas akan tahu jam berapa napi itu keluar dan jam berapa napi itu masuk lagi. Kan bisa dilihat rentang waktunya," jelas dia.

Menurut Susy Susilawati, SDP juga untuk mencegah adanya penyusup dan penggantian warga binaan secara ilegal. Karena kasus pergantian warga binaan secara ilegal ini pernah terjadi.

"Dulu pernah ada kejadian saat ada napi yang keluar dan saat balik ternyata orangnya berganti. Dengan adanya finger print ini otomatis akan ketahuan. Ga akan bisa macam-macam lagi lah," ujar dia.

Rutan atau LP yang telah menerapkan SDP ini, kata dia, harus menyiapkan dua petugas yang mampu mengoperasikan sistem tersebut. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya