Kemenkumham Jatim Minta 1 Sel Diisi Minimal 3 Napi Agar Tak Disebut Mewah

Ilustrasi razia di penjara. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
10 Oktober 2018 16:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Susy Susilawati, mengklaim tidak ada sel mewah di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas/LP) maupun rumah tahanan (rutan) di wilayahnya.

Dia memastikan akan menyikat langsung kalau ada napi yang menempati  sel mewah baik di LP maupun rutan di wilayah Jawa Timur.

"Di Jawa Timur tidak ada [sel mewah]. Rata-rata ya wajar. Kalau ada sudah kita sikat langsung," kata Susy Susilawati kepada wartawan saat berkunjung ke LP Klas I Madiun, Selasa (9/10/2018).

Sejak terbongkarnya kasus sel mewah di LP Sukamiskin, kata dia, banyak pegawai LP di wilayah Jawa Timur yang ketakutan terhadap kasus tersebut. Ketakutan para pegawai mendasar, ungkap dia, karena selama ini sel mewah atau sederhana tidak ada patokannya.

Selain itu, sebutan sel mewah juga masih debatable dan cenderung subjektif. Untuk itu, dirinya datang ke daerah-daerah untuk menguatkan para pegawai Lapas. Mereka juga dipahamkan soal sel mewah yang dimaksud supaya tidak kebingungan saat menjalankan tugas.

"Sel mewah ini kan subjektif. Ketika ada sel yang dihuni satu orang dalam kondisi bersih bisa saja dianggap mewah. Karena di sel lain justru diisi tiga orang. Padahal kan ada sel yang memang hanya diisi satu napi saja. Padahal di situ juga tidak ada apa-apa," jelas dia.

Untuk itu, Susy Susilawati meminta kepada pegawai atau para sipir LP untuk mengisi sel dengan tiga orang napi. Jangan sampai satu sel hanya diisi dengan satu napi atau dua napi.

Mengenai kamar mewah, ia meminta para pegawai untuk menggunakan asas kepatutan saja. Kalau memang kamar maupun fasilitas yang ada di suatu sel dianggap tidak wajar, kemudian langsung ditindak.

"Semisal ada yang ga wajar ya, kemudian selnya diisi banyak napi saja," ujar Susy Susilawati.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Jatim, Anas Saeful Anwar, mengatakan untuk standar kamar mewah itu bisa dinilai petugas LP sendiri. Dia mencontohkan semisal ada sebuah televisi 14 inci yang  ditonton sejumlah napi penghuni Lapas tentu itu bukan barang mewah.

Namun, kalau ada sel di LP yang berisi TV dan AC tentu itu bisa dikatakan mewah. Dia meminta seluruh sel di LP Klas I Madiun diisi minimal tiga orang.

"Yang penting jangan main duit. Kalau kamarnya di Lapas Sukamiskin seperti apa itu kan kelihatan. Untuk standar kamar mewah, kita sendiri yang bisa menilai," terang dia kepada puluhan CPNS dan pegawai LP Klas I Madiun. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya