Kemenkumham: Napi Narkoba Bermasalah Bakal Dipindah-Pindah

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Susy Susilawati, berkunjung ke LP Klas I Madiun, Selasa (9/10 - 2018) siang. (Solopos/Abdul Jalil)
09 Oktober 2018 14:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Narapidana (napi) yang kedapatan mengendalikan dan mengedarkan narkoba dari dalam Lembaga Permasyarakatan (LP) akan dipindah-pindah secara berkala tiga bulan sekali ke LP yang berbeda.

Pemindahan secara berkala ini untuk memutus jaringan narkoba yang telah terbentuk di dalam LP.

Hal itu disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Timur, Susy Susilawati, saat berkunjung ke LP Klas I Madiun, Selasa (9/10/2018) siang.

Susy mencontohkan kasus temuan napi di LP Blitar yang ditangkap karena mengedarkan narkoba beberapa waktu lalu. Patut diduga napi itu sudah memiliki jaringan di dalam LP. Untuk itu, napi tersebut akan dipindah-pindah ke LP lainnya.

"Tiap tiga bulan akan dipindah. Kalau ada napi yang dipindah setiap tiga bulan, itu berarti napi tersebut bermasalah," kata dia.

Susy mengaku kecolongan dan teledor dalam kasus di Blitar itu. Petugas sudah memaksimalkan antisipasi peredaran narkoba di LP seperti melakukan penggeledahan.

Namun, mereka memang memiliki berbagai cara untuk mengendalikan maupun mengedarkan narkoba di LP. "Kami sudah berusaha menggeledah. Mereka lebih pintar, mulai menyimpan melalui makanan, sanggul, dan barang lainnya. Kami memang agak kewalahan terhadap ulah mereka," jelas dia.

Antisipasi yang telah dilakukan salah satunya yaitu setiap orang yang masuk ke LP harus melalui pemeriksaan dengan sinar X-ray dan body scan di pintu masuk. Dengan adanya pengawasan yang lebih ketat ini, dia mengklaim banyak mencegah narkoba masuk ke dalam LP.

"Meskipun ada alat secanggih apa pun, ya tetap bisa masuk. Mereka bisa melempar dari luar dan melalui apa pun. Itu yang perlu diwaspadai," ujar dia.