Tak Tahan Sakit Pengapuran Tulang, Perempuan Ngawi Gantung Diri

Ilustrasi gantung diri (Reuters)
07 Oktober 2018 15:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, NGAWI -- Seorang perempuan asal Dusun Durenan, Desa/Kecamatan Kedunggalar, Ngawi, ditemukan tewas dengan cara gantung diri di kamar tidurnya, Minggu (7/10/2018) pagi.

Perempuan bernama Sukamsi, 47, ini nekat mengakhiri hidupnya diduga lantaran depresi penyakitnya tidak kunjung sembuh.

Kasubbag Humas Polres Ngawi, AKP Eko Setyo Martono, mengatakan jasad Sukamsi kali pertama ditemukan suaminya, Suyatno, di kamarnya. Saat itu Suyatno hendak membangunkan Sukamsi yang masih tertidur.

Pria yang bekerja sebagai petani itu memanggil-manggil nama istrinya namun tidak kunjung ada jawaban. Saat pintu kamar tidur diketuk, juga tidak ada jawaban. Pintu kamar terkunci dari dalam.

Setelah berhasil membuka pintu, betapa kagetnya Suyatno yang melihat istrinya sudah gantung diri. Suyatno pun berteriak dan meminta tolong kepada para tetangga.

"Perempuan itu menggantung di belandar dengan menggunakan selendang bermotif batik," ujar dia kepada Madiunpos.com.

Eko menuturkan jasad perempuan berusia 47 tahun itu kemudian diturunkan. Hasil pemeriksaan petugas tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh Sukasmi.

Leher perempuan itu patah dan ada bekas jeratan. Keterangan dari keluarga, perempuan itu diduga depresi karena menderita sakit pengapuran tulang yang sudah bertahun-tahun dideritanya.

Sukasmi juga kerap menjalani perawatan di rumah sakit. "Keluarga telah menerima kejadian itu sebagai musibah. Jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," ujar Eko.