Rp4,9 Miliar Melayang Akibat Kebakaran di Bojonegoro

Ilustrasi api (wikipedia.org)
05 Oktober 2018 18:05 WIB Newswire Madiun Share :

Madiunpos.com, BOJONEGORO -- Kerugian dalam 115 kali kejadian kebakaran mulai kebakaran pemukiman, bangunan, kebakaran hutan dan lahan (karhula) dan kebakaran lainnya yang terjadi di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, mencapai Rp4,9 miliar per 30 September 2018.

"Kejadian berbagai kebakaran tahun ini termasuk besarnya kerugian sudah melampaui tahun lalu dengan jumlah 111 kali kejadian kebakaran dengan kerugian sekitar Rp3,8 miliar," kata Kepala Bidang Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bojonegoro, Sukirno, di Bojonegoro, Jumat (5/10/2018).

Sukirno memerinci dalam 115 kali kejadian kebakaran itu, tercatat kebakaran rumah 33 kali, karhutla 49 kali, pasar/toko enam kali, gudang/open tembakau delapan kali, perkantoran sembilan kali, sedangkan lainnya kebakaran kandang, sepeda motor, dan kabel listrik PLN.

Dia menambahkan penyebab kebakaran sepanjang tahun ini tetap tidak berubah alias sama dengan kejadian kebakaran di tahun-tahun lalu yaitu kebakaran rumah disebabkan hubungan arus pendek listrik.

"Penyebab kebakaran rumah sebagian besar hubungan arus pendek listrik. Tapi kalau karhutla disebabkan perapian, seperti orang membakar sampah kemudian menjalar atau orang membuang puntung rokok yang mengakibatkan kebakaran hutan," kata dia.

Sesuai data, lanjut dia, terjadinya peningkatan kejadian kebakaran tahun ini terjadi dalam tiga bulan terakhir. Semula pada Juni 2018 hanya delapan kali kejadian kebakaran, kemudian meningkat pada Juli 20 kejadian, Agustus 31 kejadian, dan September 36 kejadian.

Lebih lanjut ia menjelaskan damkar dalam memadamkan kejadian kebakaran selalu mengirimkan sedikitnya dua unit mobil pemadam kebakaran. Alasannya pengiriman mobil unit mobil pemadam kebakaran lebih dari dua unit sebagai usaha mengantisipasi kebakaran tidak meluas.

Ia mencontohkan dalam kejadian kebakaran rumpun bambu di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo, sehari lalu dilakukan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dari Posko Kecamatan Baurejo dan Posko Kota.

Dengan adanya dua unit mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi, kejadian kebakaran dengan cepat bisa teratasi. "Kalau mobil pemadam kebakaran datang terlambat kebakaran rumpun bambu bisa menjalar membakar Pasar Mejuwet dan sebuah gudang yang berisi kayu jati," ucapnya.

Ia menambahkan dinas damkar dalam memadamkan kejadian kebakaran rumah, karhutla juga lainnya tidak pernah memunggut biaya.

"Damkar tidak pernah memunggut biaya dalam memadamkan kebakaran. Petugas damkar sudah memperoleh honor di setiap memadamkan kebakaran," ungkap Sukirno.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya

Sumber : Antara