Anggota DPRD Kota Madiun Khawatirkan Pembangunan Gedung Dewan Molor

Anggota DPRD Kota Madiun menggelar Rapat Dengar Pendapat bersama stakeholder pembangunan gedung dewan seperti DPU, Pengguna Anggaran, kontraktor, dan pengawas, Rabu (3/10 - 2018). (Madiunpos.com/Abdul Jalil)
04 Oktober 2018 10:10 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN – Sejumlah anggota DPRD Kota Madiun mengaku takut pembangunan gedung dewan jilid II molor dan bermasalah seperti pembangunan tahap pertama. Untuk itu, anggota dewan meminta kepada kontraktor serius mengejar keterlambatan progres pembangunan yang mencapai minus 13% dari target.

Meski progres pembangunan hingga kini justru menunjukkan pekerjaan minus perkembangan, para anggota dewan meminta kontraktor tidak memanipulasi data progres fisik. Selain itu, kontraktor juga jangan menyampingkan kualitas bangunan supaya pembangunan bisa cepat rampung.

Anggota Komisi 3 DPRD Kota Madiun, Marsidi Rosyid, mengatakan pada saat permasalahan pembangunan gedung DPRD tahap pertama terungkap sebelumnya juga ada kasus seperti sekarang dan target pembangunan tidak terpenuhi. Kemudian ada manipulasi data progres fisik dan terindikasi kasus hukum.

"Jangan sampai saat ada ketertinggalan ini juga menyampingkan kualitas bangunan. Harus sesuai kontrak," kata dia saat Rapat Dengar Pendapat antara pengguna anggaran, pengawas, dan kontraktor di ruang rapat DPRD Kota Madiun, Rabu (3/10/2018).

Ketua DPRD Kota Madiun, Istono, menuturkan sesuai dengan temuan, ada keterlambatan hingga minus 13% dalam pembangunan gedung DPRD Kota Madiun. Dalam rapat dengar pendapat itu, dia menegaskan supaya kontraktor mematuhi kontrak. Kalau pekerjaan tidak sesuai kontrak, mereka akan diputus.

Pihaknya juga akan mengecek di sejumlah pabrik yang digunakan untuk membeli material untuk kebutuhan pembangunan gedung dewan. "Kami akan mengecek. Apakah yang disampaikan benar-benar diorder," ujar dia.

Konsultan pengawas proyek pembangunan gedung DPRD, Hari Suwandi, mengatakan pihak kontraktor telah berkomitmen untuk memperbaiki keterlambatan ini. Progres pekerjaan juga telah disampaikan dalam forum RDP.

Dia meminta kepada kontraktor untuk mengurus pengadaan yang besar seperti kabel fiber dan hydran yang ada di gedung tersebut. Hal ini karena anggaran untuk barang tersebut memiliki bobot cukup besar.