Inka Kirim 25 Karyawan ke Jepang untuk Kursus Mengelas Alumunium

Karyawan PT Inka di Madiun mengerjakan kereta LRT Jabodebek yang dipesan pemerintah, Selasa (2/10 - 2018). (Madiunpos.com/AbdulJalil)
03 Oktober 2018 08:05 WIB Abdul Jalil Madiun Share :

Madiunpos.com, MADIUN -- Sebanyak 25 karyawan PT Industri Kereta Api (Inka) Madiun diberangkatkan ke Jepang untuk mempelajari teknik mengelas aluminium. Mereka sengaja diikutkan kursus di Negeri Matahari Terbit supaya bisa mengerjakan kereta ringan berbahan aluminium seperti kereta Light Rail Transit (LRT).

Manajer Humas dan Protokoler PT Inka, Exiandri Bambang Primadani, mengatakan tenaga yang khusus mengelas produksi kereta ringan memang berbeda. Karena mereka harus menguasai teknik mengelas aluminium dengan benar.

Di Indonesia belum ada industri manufaktur yang memiliki kemampuan mengelas material aluminium. Sehingga PT Inka mengirim 25 karyawannya untuk belajar teknik mengelas di Jepang.

"Di Indonesia belum ada. Maka dari itu, kami mengirim karyawan ke Jepang untuk belajar soal itu. Kami membutuhkan tenaga yang ahli di bidang itu. Ini menjadi investasi di bidang SDM bagi kami," jelas dia kepada wartawan di kantor PT Inka Madiun, Selasa (2/10/2018).

Pria yang akrab disapa Doni itu mengaku sebenarnya 25 karyawan PT Inka yang dikirim ke Jepang sudah empat tahun lalu. Saat itu produk terbaru yakni LRT atau kereta ringan belum tercetuskan.

Namun, karena tenaga tersebut dibutuhkan sehingga karyawan yang terseleksi diberangkatkan ke Jepang. Mereka dikirim ke Jepang selama dua tahun untuk belajar kemampuan itu di perusahaan manufaktur di sana.

Menurut Doni, pengembangan sumber daya manusia di industri manufaktur kereta api sangat penting. Hal itu juga untuk memperbarui teknologi yang selama ini digunakan Inka.

Saat ini, PT Inka juga sedang menggarap pesanan LRT Jabodebek. Pembuatan rangka LRT ini sepenuhnya dikerjakan karyawan yang sudah menguasai teknik mengelas aluminium.

"LRT itu kan kereta ringan. Jadi konstruksinya pun harus ringan. Prosesnya pun berbeda," ujar dia.

Lebih lanjut, selain mengirim ke Jepang, pihaknya juga kerap mengirim karyawan ke Tiongkok hingga negara Eropa yang teknologi industri kereta apinya lebih maju dibandingkan Indonesia.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya