RS Terapung Unair Pindah Haluan demi Bantu Korban Gempa Donggala

RS Terapung Unair bertolak menuju ke Donggala untuk membantu korban gempa. (Bisnis/Istimewa)
01 Oktober 2018 22:05 WIB Choirul Anam Madiun Share :

Madiunpos.com, MALANG -- Pengelola Kapal Rumah Sakit Ksatria Airlangga (RSTKA) atau Rumah Sakit Terapung Unair memutuskan untuk mengalihkan bakti sosial di kawasan Maluku Barat Daya menuju Donggala, Sulawesi Tengah,  untuk membantu para korban tsunami dan gempa.

Pada Sabtu (29/9/2018), RS terapung berangkat dari Alor menuju Makassar.

Direktur RSTKA Dokter Agus Harianto mengatakan sesuai dengan rencana, RSTKA mengadakan misi kemanusiaan dengan memberikan pelayanan dokter spesialis pada masyarakat yang tinggal di kawasan pulau-pulau perbatasan di kawasan Indonesia Indonesia Timur.

Kegiatan tersebut sudah dimulai sejak 19 September lalu dan rencananya berakhir 3 November 2018.

“Kami anggap Palu dan Donggala lebih membutuhkan bantuan sehingga kami putuskan untuk putar haluan menuju Donggala,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis/JIBI, Senin (1/10/2018).

Sedianya, pulau yang akan dijadikan lokasi kegiatan sosial meliputi Pulau Nusa Penida, Alor, Lirang, Wetar, Kisar, Leti, Moa, Lakor, Luang Barat, Luang Timur, Sermata, Babar, Banda, dan terakhir Wakatobi. Yang sudah dilakukan bakti sosial dengan lancar dan sukses yaitu Nusa Penida dan Alor.

Namun, rencana itu berubah mengingat adanya bencana yang terjadi di Palu dan Donggala. RSTKA memutuskan untuk putar haluan menuju Donggala mengingat di sana ada bencana yang lebih membutuhkan penanganan cepat.

Dari Alor menuju Donggala berjarak 730 mil yang diperkirakan memakan waktu antara 3 sampai 4 hari.

Ketua Yayasan Ksatria Medika Airlangga, Dokter Christrijogo Sumartono, menambahkan sepuluh sukarelawan RSTKA sudah tiba di Makassar dan dengan pesawat Hercules menuju Palu.

Kesepuluh sukarelawan SDM RSTKA tersebut yakni Djoko Winarno, Yoppie Prim Avidar, M. Hardian Basuki, Shohibul Hilmi, Gozali Asparin, Wayan Dhea Agastya, Randy Yusuf Pratama Putra, Yos Kowara, Lejar Gumawang, dan Anang Wijaya.

Christrijogo menjelaskan kapal akan singgah di pelabuhan Makassar untuk mencari bahan bakar kapal, barang bantuan medis dan nonmedis, seperti tenda, obat-obatan, kateter, kain pembalut (perban), dan keperluan lain terkait penanganan korban.

Sekretaris Yayasan KMA Dokter Suwaspodo Henri Wibowo juga menginformasikan di mana pun kapal RST mau berlabuh sudah memperoleh bantuan kemudahan dari Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub. Hal itu sesuai dengan Surat telegram Dirjen Hubla Nomor TX-21/IX/DN-18 tanggal 24 September 2018.

Dalam surat telegram tersebut dinyatakan dan diinstruksikan kepada para syahbandar UPT Ditjen Perhubungan Laut yang disinggahi kapal RSTA sebagai pemberian pertolongan, agar diberikan kemudahan dan kelancaran terhadap penerbitan SPB dan pengangkutan barang yang diangkut.

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya